Sabtu, 30 Mei 2026

Akhir Tragis Raja Kripto Turki, Tewas di Penjara saat Jalani Hukuman 11.196 Tahun

Faruk Fatih Özer, mantan CEO Thodex, tewas di sel isolasi Turki. Dugaan bunuh diri muncul setelah penipuan kripto besar merugikan ribuan investor.

Tayang:
Tangkap layar siaran Youtube Media lokal SÖZCÜ Televizyonu
OZER TEWAS - Faruk Fatih Özer, mantan CEO Thodex, tewas di sel isolasi Turki. Dugaan bunuh diri muncul setelah penipuan kripto besar merugikan ribuan investor. 

Ringkasan Berita:
  • Pendiri Thodex ditemukan tewas bunuh diri di sel isolasi Penjara Tekirdağ, Turki, setelah dijatuhi hukuman 11.196 tahun atas penipuan kripto yang merugikan ribuan investor. 
  • Thodex runtuh pada 2021, menyebabkan kerugian sekitar 2,6 miliar dolar AS. sempat kabur ke Albania sebelum ditangkap dan diekstradisi di Turki,
  • Sel isolasi berkeamanan tinggi menyebabkan tekanan mental ekstrem, kesepian, dan depresi berat, menimbulkan pertanyaan tentang praktik isolasi bagi tahanan profil tinggi di Turki.

TRIBUNNEWS.COM - Dunia kripto kembali diguncang kabar duka atas meninggalnya Faruk Fatih Özer, pendiri sekaligus mantan CEO bursa mata uang kripto Thodex.

Özer ditemukan tewas di dalam sel penjara tempat ia menjalani hukuman 11.196 tahun atas kasus mega-penipuan yang mengguncang industri keuangan digital Turki.

Hal tersebut turut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Kehakiman Turki, Yılmaz Tunç, yang menyatakan kematian Özer masih dalam penyelidikan resmi guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Namun sejauh ini, temuan awal menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari pihak lain, sehingga dugaan bunuh diri menjadi kesimpulan sementara yang paling kuat.

“Penyebab pasti kematian akan diketahui setelah hasil pemeriksaan forensik keluar. Namun, temuan awal menunjukkan adanya indikasi bunuh diri,” ujar Tunç, mengutip dari The Economic Times.

Menurut laporan media lokal Turki, Özer ditemukan gantung diri di kamar mandi sel isolasi tunggalnya yang berada di Penjara Tertutup Keamanan Tinggi Tipe-F Tekirdağ, 130 km dari Istanbul.

Penjara Tekirdağ bukanlah penjara biasa. Fasilitas ini dikenal sebagai tempat bagi narapidana dengan tingkat risiko tinggi, termasuk teroris, pemimpin geng kriminal, dan pelaku kejahatan finansial besar. 

Pemerintah Turki menempatkan Özer di sana karena kejahatannya dianggap luar biasa serius karena melibatkan ribuan korban di berbagai negara. 

Selain itu, latar belakangnya sebagai buronan internasional setelah melarikan diri ke Albania juga menjadi alasan utama ia dimasukkan ke fasilitas dengan sistem pengamanan maksimum tersebut.

Perjalanan Karier: Dari Pengusaha Muda ke Skandal Besar

Faruk Fatih Özer sendiri dikenal sebagai salah satu wirausahawan muda paling berpengaruh di Turki ketika mendirikan Thodex pada tahun 2017. 

Baca juga: Usai The Fed Pangkas Suku Bunga dan Pertemuan Trump-Xi Jinping, Aset Kripto Terkoreksi

Platform ini berkembang pesat di tengah meningkatnya minat masyarakat Turki terhadap aset digital, terutama saat nilai mata uang lira merosot tajam.

Namun, pada April 2021, kepercayaan publik runtuh setelah Thodex mendadak menghentikan seluruh penarikan dana pengguna. 

Ribuan investor panik karena aset mereka tak bisa dicairkan. Tak lama kemudian, Özer dilaporkan melarikan diri ke Albania membawa serta data dan akses sistem perusahaan.

Keruntuhan Thodex menyebabkan lebih dari 400.000 pengguna kehilangan dana, dengan kerugian diperkirakan mencapai 2,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp40 triliun, sebagaimana laporan lembaga analisis blockchain Chainalysis (2021).

Setelah pelarian selama hampir satu tahun, Özer akhirnya ditangkap di Albania dan diekstradisi ke Turki pada 2022.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved