Konflik China dan Taiwan
China Unjuk Kekuatan Maritim, Kerahkan Lebih dari 100 Kapal Tempur
Jepang waspada pergerakan China, meski belum melihat lonjakan aktivitas militer. Beijing masih bungkam, ketegangan kawasan terus jadi sorotan.
Ringkasan Berita:
- China kerahkan lebih dari 100 kapal tempur di Laut Kuning, Laut China Timur, Laut China Selatan, hingga Pasifik, dalam unjuk kekuatan maritim terbesar.
- Ketegangan meningkat dengan Jepang dan Taiwan, setelah pernyataan Tokyo soal kemungkinan respon militer jika Taiwan diserang.
- Jepang tetap waspada, meski belum melihat lonjakan aktivitas yang tajam, namun menilai China kini memperluas kemampuan operasi jarak jauhnya yang berpotensi mengubah dinamika keamanan di Asia Pasifik.
TRIBUNNEW.COM - China kembali meningkatkan tensi keamanan kawasan, dengan mengerahkan lebih dari 100 kapal perang dan kapal penjaga pantai di berbagai perairan Asia Timur.
Informasi ini terungkap dari empat sumber keamanan kawasan serta laporan intelijen yang ditinjau Reuters.
Dalam laporannya mereka mengungkapkan, Beijing telah menggerakkan armada militernya tanpa pengumuman resmi dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) adalah tentara nasional Republik Rakyat China, yang juga disebut Tentara Rakyat.
Dilansir Military Wikia, PLA tak sama seperti tentara nasional negara lain. Bila tentara nasional negara lain komando militernya dipegang pemerintah yang berkuasa, maka PLA langsung berada di bawah komando Partai Komunis China.
Pada satu titik awal pekan ini, lebih dari 100 kapal terdeteksi berpatroli dan melakukan manuver, sebelum jumlahnya menurun menjadi sekitar 90 kapal pada 4 Desember.
Adapun kapal-kapal tersebut beroperasi dari Laut Kuning, Laut China Timur, Laut China Selatan yang disengketakan, hingga mencapai perairan Pasifik.
Tak hanya melakukan latihan kesiapsiagaan perang seperti pola patroli melingkar dan penguncian target.
Kapal ini juga turut melakukan latihan penguasaan wilayah, termasuk manuver jarak dekat di area yang masih disengketakan dengan beberapa negara Asia Tenggara.
Sementara di kawasan Pasifik, setidaknya empat formasi kapal China dilaporkan bergerak lebih jauh dari biasanya, menunjukkan ambisi Beijing memperluas jangkauan operasionalnya.
Hubungan Beijing-Tokyo Memanas
Baca juga: Donald Trump Sahkan Undang-Undang Baru Terkait Taiwan, China Kecewa
Mengutip laporan Straits Times, peningkatan aktivitas militer China terjadi di tengah memanasnya hubungan Beijing dan Tokyo.
Ketegangan diplomatik tersebut mencuat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa serangan hipotetis China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Jepang.
Pernyataan itu sontak memicu protes keras dari Beijing, yang kemudian diikuti oleh pengerahan kapal dalam jumlah besar ke berbagai titik strategis di Asia Timur.
Situasi semakin rumit setelah Presiden Taiwan Lai Ching-te mengumumkan tambahan anggaran pertahanan sebesar 40 miliar dolar AS, langkah yang membuat Beijing semakin geram.
Taiwan, melalui Biro Keamanan Nasional, menyatakan bahwa China sedang berada dalam periode latihan militer paling aktif tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-perang-china-053H.jpg)