Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1385: Ukraina Kekurangan Dana Pembelian Senjata AS

Zelensky ungkap Ukraina masih kekurangan sekitar 800 juta dolar AS sekitar Rp 13,34 triliun untuk pembelian senjata tahun ini.

Tayang:
Facebook Zelensky
ZELENSKY - Foto diunduh dari Facebook Zelensky, Sabtu (27/9/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam unggahan pada Jumat, 26 September 2025. Terkini, Zelensky mengungkapkan Ukraina masih kekurangan sekitar 800 juta dolar AS sekitar Rp 13,34 triliun untuk pembelian senjata tahun ini. 

Bentley saat itu sedang bersiap memfilmkan dampak serangan Ukraina.

Para pelaku mengabaikan pengakuannya bahwa ia adalah jurnalis.

Mereka kemudian menutup kepalanya dengan karung dan memukuli serta menyiksanya hingga tewas.

Sebuah foto yang beredar di media Rusia menunjukkan Bentley duduk di tempat tidur dengan senapan serbu di sampingnya.

Di sekelilingnya terlihat bendera pro-Rusia, suvenir Texas, dan patung Vladimir Lenin.

3. Ukraina Kekurangan Dana Pembelian Senjata AS

Zelensky mengungkapkan Ukraina masih kekurangan sekitar 800 juta dolar AS sekitar Rp 13,34 triliun untuk pembelian senjata tahun ini.

Ia menjelaskan rencana pembelian senjata tersebut bergantung pada bantuan dari negara-negara Eropa.

Zelensky mengatakan bahwa tahun depan Ukraina membutuhkan sekitar 15 miliar dolar AS.

Dana itu diperlukan untuk program Purl, yakni skema pembelian senjata AS menggunakan pendanaan Eropa.

4. Pemimpin Uni Eropa Bahas Skema Pinjaman untuk Ukraina

Baca juga: Trump Klaim Kesepakatan Damai Ukraina di Depan Mata, Tinggal Bahas Dua Isu Krusial

Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan bertemu pada 18–19 Desember 2025 mendatang.

Mereka akan membahas proposal Komisi Eropa untuk menyalurkan 78 miliar pound sekitar Rp 177 triliun.

Dana itu akan dialihkan ke skema “pinjaman reparasi” bagi Ukraina pada tahun depan.

Pendanaan rencananya berasal dari aset Rusia yang dibekukan.

Di London pada Senin (8/12/2025), Zelensky bertemu dengan PM Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan pemimpin Jerman Friedrich Merz.

Mereka kemudian mengadakan panggilan telepon bersama pemimpin dari tujuh negara Eropa lainnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved