Konflik Thailand Vs Kamboja
Kamboja Tembakkan Sejumlah Rudal ke Desa di Thailand
Beberapa roket yang diduga diluncurkan dari peluncur roket multipel BM-21 tersebut tercatat mendarat di wilayah Desa Ban Wa
Ringkasan Berita:
- Lima roket BM-21 Kamboja menghantam Desa Ban Wa di perbatasan Thailand
- Tak ada satu pun korban jiwa dari serangan yang dilakukan oleh Kamboja ini
- Satu warga dilarikan ke rumah sakit karena syok akibat serangan ini
- Serangan terjadi di tengah meningkatnya konflik perbatasan, setelah baku tembak sebelumnya melibatkan provinsi Ubon Ratchathani, Si Sa Ket, Surin, dan Buri Ram
TRIBUNNEWS.COM - Setelah menerima sejumlah serangan dari Thailand pada awal pekan, Kamboja kini juga secara terang-terangan mulai melakukan manuver.
Hal ini terlihat dari konfirmasi dari pihak Thailand bahwa lima roket artileri BM-21 Kamboja menghantam sebuah desa di perbatasan mereka pada Selasa (9/12/2025) dini hari.
Adapun roket menghantam desa di perbatasan Thailand sekitar pukul 04.50 waktu setempat.
Beberapa roket yang diduga diluncurkan dari peluncur roket multipel BM-21 tersebut tercatat mendarat di wilayah Desa Ban Wa, Tambon Khaodin Nuea, Kecamatan Ban Kruat.
Beruntung bagi warga Thailand, roket tersebut tak menimbulkan satu pun korban jiwa.
Dikutip dari Bangkok Post, lima roket tersebut pada akhirnya hanya menghantam ladang dan lahan basah di wilayah desa.
Menurut informasi setempat, serpihan ledakan merobohkan lebih dari 10 pohon serta merusak atap satu rumah.
Lebih dari 30 warga dan relawan keamanan lokal di Desa Ban Wa sendiri tidak sempat bersiaga atas serangan tersebut.
Akibatnya, kepanikan sempat membuat warga berhamburan mencari perlindungan di bunker dan tempat penampungan
Warga yang banyak di antaranya berasal dari kelompok pertahanan sukarela desa (Chor Ror Bor) ini pun tetap berlindung di bunker ketika roket Kamboja terus berjatuhan.
Serangan Kamboja ini sendiri sempat membuat salah satu di antara warga yang berlindung jatuh pingsan akibat syok.
Korban yang merupakan seorang perempuan berusia 55 tahun dengan nama panggilan Preuy ini dilaporkan jatuh syok karena dirinya merupakan penderita penyakit jantung.
Baca juga: Jet Tempur F-16 Thailand Ledakkan Kasino Milik Kamboja, Dituding Sudah Alih Fungsi Jadi Pusat Drone
Preuy kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Phrakhan Chai terdekat dalam kondisi stabil.
Warga setempat menyatakan ini merupakan kali pertama artileri berat dari Kamboja langsung mengenai permukiman Desa Ban Wa.
Seorang relawan menggambarkan situasi kacau saat serangan Kamboja terjadi.
Saksi yang diwawancarai Bangkok Post tersebut mengaku warga berlarian menyelamatkan diri dan banyak yang ketakutan usai mendengar tembakan beruntun sejak sebelum fajar.
Serangan roket ini sendiri terjadi di tengah pertempuran sengit pasukan Thailand dan Kamboja di sepanjang perbatasan selama awal pekan ini
Tensi kedua negara ini memanas setelah Thailand melakukan serangkaian serangan ke Kamboja sebagai balasan atas baku tembak yang terjadi pada Minggu (7/12/2025) di kawasan i provinsi Ubon Ratchathani, Si Sa Ket, Surin, dan Buri Ram yang berbatasan dengan Sa Kaeo.
Jet Thailand Gempur Pusat Drone Kamboja
Militer Thailand mulai menginformasikan sejumlah serangan yang telah mereka lakukan terhadap sejumlah fasilitas milik Kamboja pada awal pekan ini.
Satu di antaranya adalah serangan menggunakan pesawat tempur F-16 pada Senin (8/12/2025) di bangunan sebuah kasino di dekat perbatasan Thailand yang diduga telah dialihfungsikan oleh pemerintah Kamboja sebagai pusat pengendali drone.
Berdasarkan pernyataan resmi Tentara Kerajaan Thailand, pesawat F-16 menghancurkan kasino tersebut lantaran intelijen menyebutkan bangunan itu telah dialihfungsikan selama konflik perbatasan berlangsung.
Kasino tersebut berada di seberang pos perbatasan Chong An Ma, Kecamatan Nam Yuen, Ubon Ratchathani.
Intelijen Thailand memastikan bahwa gedung kasino tersebut beroperasi sebagai stasiun pengendali drone Kamboja yang selama ini menjadi ancaman bagi Thailand.
Usai menghancurkan bangunan tersebut, Angkatan Udara Thailand menyatakan bahwa fokus serangan pada Selasa (9/12/2025) adalah menghancurkan pangkalan roket yang dianggap mengancam permukiman warga.
Pada Senin yang sama, Juru Bicara Tentara Thailand Mayor Jenderal Winthai Suvaree menjelaskan sejumlah alasan di balik intensitas serangan ke Kamboja pada awal pekan ini.
Mayor Jenderal Winthai menegaskan serangan ini sebagai respons terhadap manuver ofensif Kamboja pada Minggu sore (7/12/2025), yang dinilai mencerminkan niat jelas untuk melukai warga Thailand.
Sebagaimana diketahui, serangan Kamboja pada Minggu lalu menyebabkan beberapa prajurit Thailand terluka.
Baca juga: Ibu dan Bayinya Sembunyi di Selokan Hindari Tembakan Tentara Thailand
Atas insiden tersebut, Winthai menyatakan Thailand tidak memiliki pilihan selain melakukan pembelaan diri.
Respons Thailand, menurutnya, bertujuan menghancurkan pangkalan roket Kamboja yang mengancam personel militer dan warga sipil.
Langkah ini diambil lantaran Kamboja sebelumnya menggunakan artileri dan amunisi udara terhadap pasukan Thailand di pangkalan Anuphong.
Serangan di Anuphong tersebut menewaskan satu tentara Thailand dan melukai dua prajurit lainnya.
"Tujuan utamanya adalah menghancurkan sebanyak mungkin sistem tembakan pendukung Kamboja," ujar Winthai.
Ia juga menyampaikan bahwa Kamboja terpantau meningkatkan kesiapsiagaan pasukan, termasuk identifikasi koordinat serangan jarak jauh di wilayah Thailand.
Winthai menilai Kamboja telah mengidentifikasi koordinat serangan di sekitar Bandara Buriram dan rumah sakit di Kecamatan Prasat, Surin, yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan.
Oleh karena itu, Winthai menilai seluruh stasiun militer Kamboja dengan kemampuan ofensif berpotensi mengancam keselamatan warga perbatasan Thailand.
Dalam konferensi pers Senin tersebut, Winthai juga menekankan bahwa operasi militer tidak ditujukan bagi warga sipil Kamboja.
"Penggunaan kekuatan udara Thailand ditujukan secara eksklusif pada target militer Kamboja, dengan upaya membatasi cakupan kerusakan dan mencegah serangan pendukung tembakan Kamboja yang telah menimbulkan korban jiwa di Thailand," tegas Winthai.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/thailand-vs-kamboja-LEDAKAN.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.