Rabu, 3 Juni 2026

Top Rank

10 Negara Penghasil Kayu Terbesar di Dunia: AS Jadi Produsen Teratas, Indonesia Peringkat Berapa?

Indonesia masuk dalam daftar 10 negara penghasil kayu terbesar di dunia, berikut ini peringkatnya.

Tayang:
Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
PERLINDUNGAN KAWASAN HUTAN - Otorita IKN memperkuat upaya menjaga kawasan hutan dan mencegah kerusakan lingkungan dengan menggelar Rapat Koordinasi dan pemasangan papan larangan aktivitas ilegal di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, Rabu (3/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Negara-negara di dunia menghasilkan lebih dari 4 miliar meter kubik kayu setiap tahunnya.
  • Amerika Serikat (AS) adalah negara penghasil kayu terbesar di dunia.
  • Indonesia masuk dalam daftar 10 negara penghasil kayu terbesar di dunia.

TRIBUNNEWS.COM - Industri ekspor kayu memainkan peran penting dalam memenuhi permintaan berbagai produk kayu di seluruh dunia.

Kayu digunakan untuk energi, perlengkapan, dan konstruksi.

Negara-negara di dunia menghasilkan lebih dari 4 miliar meter kubik kayu setiap tahunnya.

Dengan produksi kayu sebesar 294 juta meter kubik per tahun, Amerika Serikat (AS) adalah negara penghasil kayu terbesar di dunia.

Data ini dikutip dari laman TradeImeX, yakni penyedia data perdagangan global terkemuka, yang menawarkan data perdagangan impor-ekspor komprehensif, data pengiriman, dan statistik data pelabuhan untuk lebih dari 100 negara di 6 benua.

Indonesia masuk dalam daftar 10 negara penghasil kayu terbesar di dunia.

Lantas, Indonesia peringkat berapa?

Berikut 10 produsen kayu teratas pada tahun 2024, beserta jenis kayu utama yang mereka produksi:

  1. Amerika Serikat: 292,1 juta meter kubik (Kayu lunak)
  2. Tiongkok: 225,7 juta meter kubik (Kayu lunak dan kayu keras, termasuk bambu)
  3. Rusia: 186,7 juta meter kubik (Kayu Konifer-Kayu Lunak)
  4. Kanada: 166,2 juta meter kubik (Kayu Lunak Konifer)
  5. Brasil: 78,3 juta meter kubik (Kayu keras terutama kayu putih dan pinus)
  6. Indonesia: 73,0 juta meter kubik (Kayu keras tropis)
  7. Finlandia: 73,1 juta meter kubik (Kayu Lunak, terutama Spruce & Pine)
  8. Swedia: 70,2 juta meter kubik (Kayu Lunak)
  9. Malaysia: 65,1 juta meter kubik (Kayu keras tropis dan kayu perkebunan)
  10. Jerman: 47,5 juta meter kubik (Kayu cemara, pinus, dan beech)

Jenis Kayu yang Tersedia di Pasaran

Pasar dibagi menjadi kategori-kategori berdasarkan jenis produk.

Pada tahun 2024, jenis ini menyumbang proporsi terbesar dari pasar kayu dan ekspor kayu olahan.

Kategori-kategori tersebut meliputi:

Baca juga: Kemenhut dan Polda Lampung Ungkap Kronologi Kayu Terdampar: Kejadian 5 November, dari Kapal Rusak 

  1. Pohon cemara
  2. Pohon pinus
  3. Kayu
  4. Pohon beech
  5. Pohon ek
  6. Eukaliptus

Industri Kayu Gelondongan

Dilansir laman globalwood, kayu gelondongan paling umum merujuk pada kayu dari pohon yang dapat atau akan digunakan sebagai bahan bangunan.

Tahap produksi kayu di mana kayu dapat menghasilkan ukuran dimensi minimum dapat diklasifikasikan sebagai kayu gelondongan.

Dengan demikian, balok dan papan yang telah diproses adalah kayu gelondongan.

Di Amerika Serikat dan Kanada, kayu gelondongan juga disebut sebagai kayu olahan.

Kayu gelondongan dapat dibagi menjadi kayu keras dan kayu lunak.

Kayu keras berasal dari pohon angiosperma.

Contoh kayu keras meliputi kenari, abu, maple, dan ek.

Sebaliknya, kayu lunak berasal dari gymnosperma dan kayu ini ringan karena tumbuh lebih cepat dan siap dipanen dalam waktu hampir 40 tahun.

Kayu lunak meliputi cedar, cemara, fir, dan pinus.

Industri kayu gelondongan merupakan bagian penting dari pasar kayu global.

Asia Pasifik mendominasi pasar kayu gelondongan dengan pangsa pasarnya yang tinggi.

Pangsa pasar yang tinggi disebabkan oleh peningkatan pendapatan, urbanisasi, dan pertumbuhan penduduk.

Tingkat konsumsi kayu tinggi, terutama di negara-negara seperti Tiongkok.

Tiongkok adalah salah satu importir kayu olahan terbesar di dunia.

Hal ini dapat dikaitkan dengan pasar furnitur Tiongkok.

Baca juga: Kasus Kayu Gelondongan Dalam Banjir di Sumut Naik Tahap Penyidikan, Bareskrim Sita 2 Alat Berat

Produsen kayu utama di kawasan APAC meliputi negara-negara seperti India, Malaysia, dan Vietnam.

Kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia adalah Amerika Utara yang diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan yang tinggi hingga tahun 2028.

Dalam laporan lain oleh Fact.MR, dilaporkan bahwa Eropa adalah produsen kayu olahan terkemuka.

Kawasan ini juga mengikuti kode bangunan hijau sehingga mereka menggunakan kayu sebagai pilihan berkelanjutan dalam bangunan, sehingga mengurangi jejak karbon.

Kegunaan Kayu

Dikutip dari laman wagnermeters, kayu banyak digunakan dalam konstruksi karena keserbagunaan dan sifat-sifatnya yang bermanfaat.

Kegunaannya meliputi:

1. Komponen Struktural

Kayu umumnya digunakan untuk elemen struktural seperti balok, kasau, dan kasau lantai.

Kekuatan dan ketahanannya membuatnya cocok untuk aplikasi penahan beban.

2. Lantai

Lantai kayu keras populer karena daya tahannya, daya tarik estetikanya, dan perawatannya yang mudah.

Lantai ini dapat meningkatkan nilai rumah atau ruang komersial secara signifikan

3. Dinding dan Partisi

Kayu digunakan untuk membuat kerangka dan partisi di ruang interior karena bobotnya yang ringan dan penanganannya yang mudah.

4. Atap

Genteng atau sirap kayu sering digunakan pada atap karena penampilannya yang menarik dan sifat insulasinya.

5. Pintu dan Jendela

Karena kemudahan pengerjaannya, kayu merupakan material pilihan untuk pintu dan jendela, menawarkan insulasi yang sangat baik dan daya tarik visual

6. Furnitur dan Kabinet

Beragamnya spesies kayu, yang masing-masing menawarkan warna dan pola serat yang unik, sangat ideal untuk membuat furnitur, kabinet, dan perlengkapan interior lainnya.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved