Jumat, 15 Mei 2026

Kunjungan Presiden Ke Luar Negeri

Canda Prabowo saat Undang Putin ke Indonesia: Jangan ke India Saja

Presiden Prabowo Subianto mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Indonesia pada 2026 atau 2027.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Tangkap layar YouTube Tribunnews
PERTEMUAN PRABOWO-PUTIN - Tangkap layar YouTube Tribunnews, memperlihatkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rabu (10/12/2025). Prabowo mengundang Putin ke Indonesia pada 2026 atau 2027. 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Indonesia pada 2026 atau 2027.
  • Dalam pertemuan di Moskow, keduanya membahas kerja sama di bidang energi nuklir, industri, pendidikan, serta perdagangan gandum. 
  • Rusia kembali mengekspor gandum ke Indonesia setelah sempat terhenti, dengan target pasokan mencapai 1,3 juta ton pada 2024


TRIBUNNEWS.COM - 
Presiden Prabowo Subianto mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun 2026 atau 2027.

"Saya juga ingin mengundang Yang Mulia ke Indonesia pada kesempatan yang beliau miliki," ujar Prabowo.

"Apakah tahun 2026 atau 2027 tidak masalah, kami berharap beliau akan berkunjung ke Indonesia juga."

Putin pun menyambut baik undangan tersebut.

"Jangan ke India saja," tambah Prabowo sambil tertawa.

Undangan itu disampaikan Prabowo saat berkunjung ke Kremlin pada Rabu (10/12/2025).

Kedua presiden membahas berbagai proyek di bidang energi nuklir, industri, dan pendidikan, menurut situs web Kremlin.

Dalam percakapan yang disiarkan secara publik, Prabowo memuji hubungan Indonesia–Rusia yang disebutnya “sangat baik”.

BERTEMU PUTIN - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Rabu, (10/12/2925).
BERTEMU PUTIN - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Rabu, (10/12/2925). (YouTube Sekretariat Presiden)

Mengutip Reuters, Rusia tengah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di sejumlah negara.

Putin mengatakan kepada Prabowo bahwa jika Indonesia merasa memungkinkan untuk melibatkan para spesialis Rusia, maka Rusia selalu siap membantu.

Di bidang pertanian, Putin menyebut Indonesia memiliki sedikit surplus perdagangan dengan Rusia.

Baca juga: Sudah 2 Kali Putin Ajak Prabowo Bangun Teknologi Nuklir

“Kami tidak memiliki keluhan; kami siap mencari cara untuk lebih mengembangkan hubungan di sektor ini,” katanya.

“Saya yakin pasokan gandum ke pasar Anda sedikit menurun. Ini juga akan menjadi topik diskusi kita hari ini,” tambah Putin.

Rusia, sebagai eksportir gandum terbesar di dunia, kembali mengirim gandum ke Indonesia pada Oktober setelah jeda sejak Januari akibat proses negosiasi antara kedua negara mengenai akses komoditas tersebut.

Badan pengawas keamanan pertanian Rusia menyatakan bahwa Badan Karantina Indonesia setuju pada Agustus untuk memperpanjang sertifikat keamanan bagi gandum Rusia, membuka jalan bagi pasokan 52.000 ton gandum pada Oktober.

Badan ekspor pertanian Rusia, Agroexport, memperkirakan pasokan gandum ke Indonesia mencapai 1,3 juta ton pada tahun 2024.

Sebelum perjanjian baru tersebut, Rusia hanya memasok 124.973 ton gandum pada 2025, semuanya pada bulan Januari.

Rusia berupaya mendiversifikasi ekspor gandum ke kawasan Asia dari pelanggan tradisionalnya di Timur Tengah, namun diperkirakan akan menghadapi persaingan ketat dari Amerika Serikat yang pasokannya diprediksi meningkat setelah adanya kesepakatan perdagangan baru dengan negara-negara Asia.

Indonesia, di sisi lain, mempertahankan kebijakan luar negeri non-blok dan berkomitmen untuk berteman dengan negara mana pun, termasuk Rusia dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Rusia memuji posisi Indonesia yang disebutnya “seimbang” terkait perang di Ukraina.

"Hubungan militer sedang berkembang dan berada pada tingkat kerja sama profesional yang baik,” kata Putin.

“Para spesialis Indonesia terus berlatih di universitas-universitas kami, termasuk akademi militer.”

Mengapa Prabowo Menyinggung India saat Mengundang Putin?

India dan Rusia memang memiliki hubungan yang sangat dekat.

Mengutip indianembassy-moscow.gov.in, hubungan perdagangan dan investasi kedua negara telah terjalin sejak era Soviet.

Selama bertahun-tahun, kerja sama ekonomi India–Rusia terus menguat.

Perdagangan bilateral mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Vladimir Putin Siap Perluas Kerja Sama Militer Rusia dengan Indonesia

Di era pasca-Soviet, perdagangan bilateral meningkat dari USD 1,4 miliar pada tahun 1995 menjadi USD 68,7 miliar pada Tahun Anggaran 2024–2025.

Kedua negara juga memperluas hubungan investasi, baik di sektor minyak dan gas, farmasi, serta teknologi informasi di Rusia, maupun di sektor energi, infrastruktur, dan manufaktur di India.

Status Putin saat Ini: Buronan ICC

Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini berstatus buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

ICC adalah pengadilan internasional yang berwenang menuntut pelaku genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.

Mengutip situs resminya, ICC mengeluarkan surat penangkapan pada Maret 2023 atas dugaan kejahatan perang, khususnya deportasi dan pemindahan ilegal anak-anak Ukraina ke wilayah Rusia.

ICC menyatakan memiliki alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa Putin bertanggung jawab secara pidana, sehingga menjadikannya buronan dari yurisdiksi pengadilan tersebut.

Karena status itu, 79 negara anggota ICC berkewajiban menangkap Putin jika ia memasuki wilayah mereka.

India dan Indonesia bukan merupakan negara anggota ICC.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved