Iran Vs Amerika Memanas
Gara-gara Perang Iran, Hubungan AS dan NATO Makin Runyam, Pentagon Batal Kirim Pasukan ke Polandia
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan sekutu NATO semakin rumit. Kini, AS batalkan kirim 4.000 pasukan ke Polandia.
Ringkasan Berita:
- Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan sekutu NATO semakin rumit setelah Pentagon membatalkan pengiriman 4.000 tentara ke Polandia.
- Keputusan mendadak dari Pentagon ini memunculkan kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai komitmen militer AS terhadap sekutu-sekutunya di Eropa.
- Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Berlin terkait keterlibatan dalam konflik di Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara mendadak membatalkan pengiriman 4.000 tentara AS ke Polandia.
Keputusan ini memicu kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai keandalan komitmen militer Washington terhadap sekutu-sekutunya di Eropa.
Pengumuman mengejutkan ini, yang pertama kali dilaporkan oleh media Army Times pada 13 Mei 2026, muncul hanya beberapa minggu setelah Pentagon mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Berlin terkait keterlibatan dalam konflik di Iran.
Laporan dari Politico menyebutkan bahwa keputusan terkait Polandia ini membuat pejabat AS maupun Eropa tercengang.
Hingga saat ini, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik pembatalan tersebut.
Senator Demokrat, Jeanne Shaheen, anggota Komite Angkatan Bersenjata, mengungkapkan kepada wartawan bahwa anggota Kongres pun tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya mengenai keputusan besar ini.
Padahal, sebanyak 4.000 tentara yang berbasis di Texas tersebut dijadwalkan untuk ditempatkan di Polandia selama rotasi sembilan bulan.
Bahkan, sebagian personel dan peralatan militer dilaporkan sudah mulai tiba di lokasi untuk melakukan latihan bersama dengan sekutu NATO lainnya.
Dalam pernyataan yang diberikan kepada Politico, Pentagon membantah bahwa pembatalan ini bersifat mendadak.
"Keputusan untuk menarik pasukan mengikuti proses komprehensif dan berlapis yang melibatkan perspektif dari para pemimpin kunci militer AS di Eropa serta seluruh rantai komando," tulis pernyataan tersebut.
Baca juga: Laporan Bocor Sebut IRGC Iran Gunakan Satelit China untuk Serang Pangkalan AS di Timur Tengah
"Ini bukan keputusan menit terakhir yang tidak terduga," lanjut Pentagon.
Namun, pernyataan ini dinilai kontradiktif dengan sinyal yang diberikan oleh pemerintahan Trump sebelumnya.
Setelah bersumpah untuk menarik pasukan dari Jerman, Trump sempat melontarkan gagasan untuk merelokasi 5.000 tentara tersebut ke Polandia.
"Polandia akan menyukainya. Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Polandia."