Iran Ejek AS Usai Kepergok Tiru Drone Shahed, Washington Dianggap “Berlutut” pada Teknologi Teheran
Iran ejek AS karena meniru drone Shahed lewat proyek LUCAS. Teheran menyebut Washington “berlutut” pada teknologi Iran di tengah tensi kawasan.
Ringkasan Berita:
- Iran mengejek AS setelah Washington mengerahkan drone LUCAS yang dinilai meniru desain dan konsep operasional drone kamikaze Shahed buatan Teheran.
- Drone LUCAS dianggap mirip Shahed karena hasil pembongkaran dan rekayasa balik Shahed-136, memiliki tujuan, pola serangan, sistem navigasi sederhana, serta metode peluncuran yang sama sebagai drone kamikaze berbiaya rendah.
- Ketegangan regional meningkat karena pengembangan LUCAS terjadi di tengah konflik AS–Iran dan dinamika perang modern.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengejek Amerika Serikat karena dianggap meniru drone kamikaze Shahed buatan Teheran.
Kritik tajam itu dilontarkan juru bicara senior angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi.
Menyusul pengumuman Washington yang mulai mengerahkan drone Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS) ke kawasan Timur Tengah.
AS mengklaim drone buatannya yang dibanderol mencapai sekitar 35 ribu dolar per unit jauh lebih unggul ketimbang drone murah milik Iran.
Mengutip dari Newsweek pengerahan LUCAS dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran setelah serangan AS terhadap situs nuklir Teheran awal tahun ini, yang dipicu perang 12 hari antara Israel dan Iran.
AS menyebut pengembangan drone baru sebagai langkah strategis untuk menghadapi taktik serangan yang kerap digunakan kelompok-kelompok yang didukung Iran.
Namun, Shekarchi menilai langkah AS tersebut dinilai sebagai pengakuan diam-diam bahwa teknologi drone Iran telah mempengaruhi strategi militer global.
Ia menyebut Washington kini “berlutut di hadapan pesawat tak berawak Iran dan menirunya,” merujuk pada keberhasilan Iran memanfaatkan drone berbiaya rendah dalam berbagai konflik regional, termasuk serangan terhadap pasukan Amerika di Yordania pada 2024.
Mengapa Drone LUCAS Disebut Mirip Drone Shahed?
Belakangan pengembangan drone Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS) oleh Amerika Serikat memicu sorotan internasional.
Termasuk Iran yang menuduh Washington “meniru” drone kamikaze Shahed-136 buatan Teheran.
Baca juga: Dokumen Pertahanan Rusia Diretas, Iran Akan Diperkuat Jet Tempur Su-35 Sebelum Akhir 2027
Tuduhan itu bukan tanpa alasan, berdasarkan sejumlah laporan teknis dan pernyataan militer AS sendiri, LUCAS memiliki sejumlah karakteristik yang secara jelas mengikuti desain dan konsep operasional Shahed.
Hal tersebut menjadikannya salah satu upaya reverse engineering paling mencolok dalam persaingan teknologi militer modern.
Kesamaan paling mendasar terletak pada tujuan desain. Baik Shahed maupun LUCAS dikembangkan sebagai drone kamikaze berbiaya rendah yang dapat digunakan dalam jumlah besar, terutama untuk menembus pertahanan udara musuh dan menyerang sasaran strategis.
Model sekali pakai ini menjadi tren baru dalam peperangan modern, di mana efektivitas bukan ditentukan dari kecanggihan tunggal, tetapi dari kemampuan menyerang secara massal.
Secara teknis, LUCAS dirancang mengikuti profil penerbangan Shahed–terutama pola menyerang rendah dan stabil, serta sistem navigasi yang cukup sederhana untuk memungkinkan produksi massal.
Para insinyur AS diketahui membongkar drone Shahed-136 yang berhasil direbut dari konflik Timur Tengah untuk mempelajari sistem aerodinamika, propulsi, dan navigasinya.
Hasil pembongkaran itulah yang kemudian menjadi fondasi pengembangan LUCAS.
Kemiripan lain terletak pada bentuk struktur dan metode peluncuran. Meskipun desain detail LUCAS tidak sepenuhnya dibuka ke publik, pejabat pertahanan AS mengonfirmasi bahwa drone tersebut dapat diluncurkan dari berbagai platform seperti truk atau rel peluncur ringan fitur yang identik dengan sistem operasi Shahed.
Pendekatan ini memungkinkan penyebaran drone dalam jumlah besar secara cepat, sebuah taktik yang sebelumnya dimaksimalkan Iran dan sekutunya.
Dalam hal fungsi tempur, kedua drone mengadopsi konsep yang sama membawa hulu ledak cukup besar untuk merusak fasilitas militer dan infrastruktur penting namun tetap mempertahankan biaya produksi yang rendah.
Shahed dikenal dapat diproduksi dengan harga sekitar 20 ribu dolar per unit, sedangkan LUCAS, meski lebih mahal di angka 35 ribu dolar, tetap masuk kategori low-cost dibandingkan drone militer lain yang harganya bisa mencapai jutaan dolar.
Kesamaan inilah yang kemudian dijadikan dasar bagi Iran untuk mengejek AS. Teheran menyebut keputusan Washington membuat drone serupa sebagai bukti bahwa teknologi Iran telah memaksa negara adidaya tersebut mengubah strategi militernya.
Sementara itu, AS menyatakan langkah ini murni untuk memperkuat kemampuan operasional di kawasan yang semakin dibanjiri sistem tak berawak buatan Iran.
(Tribunnews.com / Namira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mengenal-Drone-Shahed-136-Buatan-Iran.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.