Selasa, 19 Mei 2026

Mogok Massal Staf Louvre Buat Museum Piramida Kaca Viral di Paris Tak Lagi Dibuka bagi Turis

Mogok massal staf Louvre tutup piramida kaca Paris, turis kecewa, antrean viral, dan dampak ekonomi serius bagi museum serta sektor pariwisata sekitar

Tayang:
Chris Karidis /Unsplash
MUSEUM LOUVRE - Museum Louvre ditutup akibat mogok massal staf, turis kecewa, piramida kaca Paris viral, dan sektor pariwisata terdampak signifikan. 

Ringkasan Berita:
  • Sekitar 400 karyawan, termasuk petugas keamanan, kurator, dan staf pendukung, melancarkan pemogokan menuntut perbaikan kondisi kerja, penambahan staf, dan pengelolaan arus pengunjung yang lebih baik.
  • Museum Louvre ditutup pada Senin dan Selasa, membuat ribuan turis kecewa, termasuk wisatawan internasional yang telah merencanakan kunjungan.
  • Penutupan sementara menyebabkan kerugian signifikan dari tiket, tur, dan layanan lain, serta menyoroti ketegangan akibat pariwisata berlebihan

TRIBUNNEWS.COM -  Museum Louvre, salah satu landmark paling terkenal di dunia, menutup pintunya bagi ribuan pengunjung pada Senin (15/12/2025).

Penutupan ini dilakukan karena para staf melancarkan pemogokan kerja bergilir.

Menurut laporan CNA, para staf berdiri di luar piramida kaca Louvre, memblokir pintu masuk utama sambil mengangkat plakat bertuliskan “Louvre mogok kerja” dan “Bersatu, bersatu. Louvre milik siapa? Milik kita!”.

Mereka berkumpul, menyuarakan ketidakpuasan mereka di tengah tekanan menghadapi arus pengunjung yang padat setiap hari.

“Kami marah. Kami tidak setuju dengan cara pengelolaan Louvre.” ujar Elise Muller, seorang petugas keamanan, mencerminkan frustrasi yang dirasakan banyak staf.

Adapun aksi ini dilakukan sebagai protes terhadap kondisi kerja yang memburuk, terutama setelah museum menjadi sorotan publik akibat perampokan senilai 102 juta dolar AS ketika delapan perhiasan mahkota dicuri menggunakan tangga lipat dan gerinda sudut.

Para staf menilai manajemen belum memberikan dukungan yang cukup untuk mengatasi risiko ini, sekaligus mengatur arus pengunjung yang kerap melampaui kapasitas yang direncanakan.

Selain itu, kondisi fisik bangunan Louvre yang mengalami kebocoran air dan penutupan galeri karena masalah struktural menambah ketidakpuasan staf.

Kepala arsitek museum, Francois Chatillon, mengakui beberapa bagian bangunan “tidak dalam kondisi baik”.

Sementara itu, kepala museum Laurence des Cars sebelumnya memperingatkan pemerintah tentang kondisi yang mengganggu pengalaman pengunjung dan keselamatan staf.

Kendati Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengumumkan rencana renovasi besar-besaran senilai 700–800 juta euro, para staf menilai upaya tersebut belum cukup.

Baca juga: Terungkap! Pencuri Museum Louvre Lolos dalam 30 Detik Sebelum Polisi Tiba

Alasan itu yang mendorong 400 karyawan untuk menggelar mogok kerja, menandakan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes terorganisir terhadap manajemen Louvre yang dianggap gagal menjamin kesejahteraan staf serta kualitas operasional museum.

Penutupan Picu Dampak Ekonomi

Penutupan Museum Louvre akibat mogok massal staf memicu kekecewaan di kalangan turis dari berbagai negara, sekaligus menimbulkan dampak serius di sektor pariwisata Paris.

Museum Louvre, yang dikenal sebagai rumah bagi karya seni ikonik seperti lukisan Mona Lisa, menjadi salah satu destinasi wisata paling banyak dikunjungi di dunia, dengan rata-rata 30.000 pengunjung per hari.

Beberapa turis menyampaikan kekecewaan mereka atas penutupan mendadak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved