Minggu, 26 April 2026

5 Populer Internasional: Demo Roblox di Rusia - Pelaku Penembakan Massal Australia Terkait ISIS

Dalam 24 jam terakhir, dunia internasional diwarnai berbagai peristiwa mulai dari demo Roblox di Rusia hingga kasus penembakan massal di Australia

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Salma Fenty
Tangkap layar siaran Youtube Reuters; Youtube Sky News; Facebook The White House; Tangkap Layar YouTube CBS News
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Puluhan warga Rusia, dari anak-anak hingga orang tua, turun ke jalan protes blokir Roblox di Tomsk, menentang sensor digital dan minimnya alternatif lokal; Naveed Akram telah diidentifikasi sebagai salah satu terduga pelaku penembakan massal di Australia yang menewaskan 16 orang; Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Facebook The White House pada 6 Desember 2025; Serangan udara Thailand ke Kamboja. Rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir 

Ringkasan Berita:
  • Dalam 24 jam terakhir, dunia internasional diwarnai berbagai peristiwa mulai dari demo Roblox di Rusia hingga kasus penembakan massal di Australia yang diduga terkait ISIS. 
  • Di samping itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan peluang perdamaian Rusia–Ukraina semakin dekat
  • Di Amerika Serikat, Hollywood diguncang kasus tragis ketika Nick Reiner ditangkap atas dugaan pembunuhan kedua orang tuanya, Rob dan Michele Reiner.


TRIBUNNEWS.COM -
Sejumlah peristiwa mewarnai berita internasional dalam 24 jam terakhir, mulai dari demo Roblox di Rusia hingga ayah dan anak pelaku penembakan massal di Australia yang diduga berkaitan dengan ISIS.

1. Demo Roblox Memanas di Rusia, Anak-anak Hingga Orang Tua Turun ke Jalan

Puluhan warga Rusia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, turun ke jalan pada hari Minggu untuk memprotes larangan pemerintah terhadap platform game anak-anak asal Amerika Serikat, Roblox.

Aksi ini terjadi di Taman Vladimir Vysotsky, kota Tomsk, Siberia, sekitar 2.900 km sebelah timur Moskow, jadi salah satu bentuk protes publik langka di tengah ketatnya sensor digital di Rusia.

Dibawah guyuran salju tebal, para demonstran melontarkan kalimat protes sambil mengangkat plakat buatan tangan bertuliskan “Jangan sentuh Roblox” dan “Roblox adalah korban Tirai Besi digital”.

Tak hanya itu, poster besar dengan tulisan “Larangan dan pemblokiran adalah satu-satunya yang bisa kalian lakukan” turut membentang di antara para demonstran.

Menegaskan protes mereka atas minimnya alternatif aplikasi buatan Rusia yang dapat menggantikan platform yang diblokir.

Mengutip dari Reuters, aksi ini digelar setelah pemerintah melalui badan pengawas komunikasi, Roskomnadzor pada 3 Desember lalu memblokir Roblox.

Roskomnadzor menilai platform tersebut mengandung konten yang tidak pantas dan dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan moral dan spiritual anak-anak.

Selain itu, pemerintah menekankan bahwa sensor ini penting sebagai bagian dari upaya mereka menghadapi “perang informasi” yang dianggap dilancarkan oleh kekuatan Barat.

Serta untuk melindungi masyarakat dari pengaruh budaya Barat yang dianggap merusak nilai-nilai tradisional Rusia.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Ayah dan Anak Pelaku Penembakan Massal di Australia Sempat ke Filipina, Diduga Terkait ISIS

Gerak-gerak ayah dan anak pelaku penembakan massal yang tewaskan 16 orang di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025) mulai terungkap.

Baca juga: Kaleidoskop 2025: 5 Kasus Penembakan Massal Menggemparkan di Dunia, Terbaru di Australia

Media SMH Australia mencatat kedua pelaku sempat mengunjungi Filipina beberapa minggu sebelum serangan brutal dilakukan di Australia.

Beberapa sumber kepolisian mengkonfirmasi bahwa Naveed Akram (24 tahun) dan ayahnya (Sajid) melakukan perjalanan ke negara Asia Tenggara tersebut pada November lalu.

Kepolisian Federal Australia diperkirakan akan menyelidiki kemana tujuan mereka di Filipina dan dalam rangka apa.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved