Konflik Rusia Vs Ukraina
Jelang Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina, Putin Teguh dengan Tuntutannya, Zelensky Beri Peringatan
Presiden Rusia, Vladimir Putin berpegang teguh dengan tuntutannya soal penyerahan wilayah Ukraina menjelang pembicaraan damai.
Ringkasan Berita:
- Presiden Rusia, Vladimir Putin tetap teguh dengan tuntutannya, menjelang pembicaraan damai yang bakal digelar akhir pekan ini.
- Putin menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan kompromi terkait tuntutan penyerahaan wilayah Donbas.
- Mendengar pernyataan Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tegas menolak tuntutan tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Menjelang pembicaraan damai, Presiden Rusia Vladimir Putin tetap berpegang teguh dengan tuntutannya.
Putin menegaskan kembali penidiriannya bahwa ia tidak akan memberikan kompromi terkait tuntutan penyerahan wilayah Ukraina.
Dalam pernyataannya pada Rabu (17/12/2025), Putin menegaskan bahwa Rusia akan terus melanjutkan operasi militernya jika Ukraina dan sekutu Barat menolak apa yang ia sebut sebagai "pembicaraan substantif".
Mengutip CNN, Putin menggarisbawahi bahwa penyerahan wilayah oleh Ukraina tetap menjadi syarat mutlak yang tidak dapat dinegosiasikan.
"Isu wilayah, bersama dengan jaminan keamanan bagi Ukraina, telah menjadi salah satu hambatan tersulit dalam proses perundingan sejauh ini," lapor koresponden CNN, Issy Ronald dan Anna Chernova.
Meski Rusia telah mencaplok sebagian wilayah Donbas di Ukraina timur secara ilegal, pasukan Moskow belum sepenuhnya menguasai wilayah tersebut.
Para analis memperkirakan bahwa dengan kecepatan gerak maju pasukan Rusia saat ini, kontrol penuh atas wilayah Donbas kemungkinan baru bisa tercapai setidaknya pada tahun 2027.
Menanggapi sikap Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tegas menolak tuntutan tersebut.
Zelensky menyatakan bahwa Kyiv tidak akan pernah mengakui wilayah-wilayah yang diduduki sebagai bagian dari kedaulatan Rusia.
Zelensky juga mengeluarkan peringatan keras kepada komunitas internasional.
Ia menyebut retorika Putin mengenai "tanah bersejarah" merupakan ancaman yang lebih luas bagi stabilitas Eropa.
Baca juga: Lebih dari 30 Tentara Rusia Terkepung di Kupyansk, Pasukan Ukraina Terapkan Rencana 2 Tahap
Menurutnya, negara-negara lain di masa depan bisa menghadapi klaim serupa jika ambisi Rusia tidak dihentikan sekarang.
Proposal Ukraina Capai Tahap Final
Zelensky menyatakan bahwa proposal perdamaian untuk mengakhiri perang dengan Rusia hampir mencapai tahap final.
Dokumen yang dinegosiasikan bersama pejabat Amerika Serikat (AS) tersebut rencananya akan segera dipresentasikan oleh utusan Washington langsung kepada pihak Kremlin dalam beberapa hari mendatang.
Menurut laporan The Guardian, pejabat AS mengeklaim bahwa sekitar 90 persen isu krusial antara Kyiv dan Moskow telah berhasil diselesaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Vladimir-Putin-dan-Zelensky-OK.jpg)