Selasa, 9 Juni 2026

Konflik China dan Taiwan

AS akan Jual Senjata Besar-besaran ke Taiwan, China Tak Terima

AS akan menjual senjata besar-besaran senilai senilai 11,1 miliar dolar AS ke Taiwan. China mengecam dan tidak terima dengan keputusan AS.

Tayang:
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, Selasa (16/12/2025) memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 6 Desember 2025. -- AS akan menjual senjata besar-besaran senilai senilai 11,1 miliar dolar AS ke Taiwan. China mengecam dan tidak terima dengan keputusan AS. 

Ringkasan Berita:
  • AS mengumumkan rencana penjualan paket senjata besar-besaran ke Taiwan, yang didukung oleh pemerintahan  Presiden Trump.
  • Paket senjata itu mencakup sistem roket HIMARS, howitzer, rudal anti-tank Javelin, dan persenjataan lain yang bernilai 11,1 miliar dolar AS.
  • China mengecam keputusan AS, menyebutnya pelanggaran terhadap perjanjian China-AS.
  • Taiwan berupaya meningkatkan kemampuan pertahanannya di tengah ketegangan dengan China yang mendukung prinsip "satu-China".

TRIBUNNEWS.COM - China mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menjual senjata besar-besaran ke Taiwan.

Paket senjata itu senilai 11,1 miliar dolar AS, menjadi paket senjata terbesar untuk Taiwan yang berada di bawah tekanan yang meningkat dari China.

Pemerintah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana tersebut pada hari Rabu (17/12/2025).

Usulan penjualan senjata AS mencakup Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), howitzer, rudal anti-tank Javelin, drone amunisi jelajah Altius, dan suku cadang untuk peralatan lainnya.

Taiwan telah meningkatkan pengeluaran untuk pertahanan negaranya di tengah ancaman China yang mendukung prinsip "satu-China".

Taiwan berterimakasih kepada AS yang membantunya meningkatkan kemampuan pertahanan.

"Amerika Serikat terus membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai dan dalam membangun kekuatan pencegahan yang kuat dengan cepat serta memanfaatkan keunggulan perang asimetris, yang menjadi dasar untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional," kata Kementerian Pertahanan Taiwan.

Taiwan mengatakan paket senjata itu berada pada tahap pemberitahuan kepada Kongres AS, yang memiliki wewenang untuk memblokir atau mengubah penjualan tersebut.

China Tidak Terima

Kementerian Luar Negeri China menyatakan kemarahannya setelah AS mengumumkan rencana penjualan paket senjata terbesar dengan Taiwan.

Baca juga: Donald Trump Sahkan Undang-Undang Baru Terkait Taiwan, China Kecewa

China mengatakan hal itu sangat merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan menuntut diakhirinya kesepakatan semacam itu.

"Dengan membantu 'kemerdekaan Taiwan' dengan senjata, pihak AS hanya akan mendatangkan malapetaka bagi diri mereka sendiri; menggunakan Taiwan untuk membendung China pasti akan gagal," kata juru bicara kementerian Guo Jiakun di Beijing, Kamis (18/12/2025).

Sementara itu, juru bicara Kantor Urusan Taiwan (TAO), Chen Binhua mengatakan penjualan paket senjata itu sama dengan campur tangan dalam urusan internal China.

Ia mengatakan keputusan itu melanggar prinsip satu-China dan ketentuan dalam perjanjian China-AS pada tahun 1982 di mana AS berjanji akan mengurangi penjualan senjata ke Taiwan secara bertahap.

“(Keputusan itu) sangat merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China serta mengirimkan sinyal yang salah kepada kekuatan separatis,” katanya, dikutip dari South China Morning Post.

China kemudian mendesak AS untuk menghentikan kebijakannya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved