Kamis, 8 Januari 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Anwar Ibrahim Tuntut Kamboja dan Thailand Cari Jalan Damai di Pertemuan Menlu se-ASEAN Hari Ini

Seruan ini kembali disampaikan Anwar Ibrahim jelang pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang digelar hari Senin ini (22/12/2025).

|
Penulis: Bobby W
Editor: Bobby Wiratama
Tangkap Layar akun Instagram ofisial Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim @anwaribrahim_my
anwar ibrahim - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengajak negara-negara Islam bersatu melawan Israel pada penghargaan GIFA 2025 pada Kamis ini (11/9/2025) 

Ringkasan Berita:
  • PM Malaysia sekaligus Ketua ASEAN 2025 Anwar Ibrahim menyerukan Thailand dan Kamboja segera mencari solusi damai atas konflik yang terjadi.
  • Seruan disampaikan menjelang pertemuan luar biasa para Menteri Luar Negeri ASEAN pada 22 Desember 2025 di Kuala Lumpur.
  • Anwar menekankan pentingnya dialog, kebijaksanaan, dan saling menghormati, serta mengaku telah menyampaikan pesan tersebut langsung kepada PM Thailand dan Kamboja

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia sekaligus Ketua ASEAN Periode 2025 Anwar Ibrahim kembalimenyerukan kepada Thailand dan Kamboja untuk segera menemukan solusi damai atas konflik mereka pada Minggu (21/12/2025).

Seruan ini kembali disampaikan Anwar Ibrahim jelang pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang rencananya akan digelar pada hari Senin ini (22/12/2025) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Adapun agenda dari pertemuan luar biasa para menteri luar negeri ASEAN yang digelar pada awal pekan ini adalah dialog antar anggotanya guna menemukan solusi atas konflik yang sedang berlangsung antara Thailand dan Kamboja.

Pesan bagi Kamboja dan Thailand untuk segera berdamai ini disampaikan melalui unggahan Facebook akun ofisial Anwar Ibrahim.

Di unggahannya tersebut,  sosok kelahiran Bukit Mertajam, Malaysia ini menyatakan bahwa Thailand dan Kamboja harus mematuhi semangat dialog, kebijaksanaan, dan saling menghormati untuk mengurangi ketegangan serta mempertahankan stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Melalui unggahan Facebook-nya itu, Anwar juga mengaku telah menekankan hal ini kepada Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul.

Pesan ini sebelumnya juga diutarakan Anwar Ibrahim kepada keduanya selama pembahasan deklarasi damai pada Oktober lalu.

Lebih lanjut, Anwar menambahkan bahwa pertemuan hari Senin ini akan memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk bernegosiasi secara langsung dan menyelesaikan konflik secara damai.

"Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN besok (red: Senin) akan menjadi forum yang sesuai dan konstruktif bagi kedua negara untuk membuka negosiasi, menyelesaikan konflik secara damai, dan bersama-sama menemukan solusi yang adil dan berkelanjutan." ungkap Anwar

Pertemuan luar biasa para Menlu se-ASEAN ini rencananya akan dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamed Hassan.

Berkumpulnya para Menlu se-ASEAN ini juga dilakukan sebagai upaya untuk menindaklanjuti kesepakatan sebelumnya yang dicapai oleh Anwar Ibrahim dengan para pemimpin Thailand dan Kamboja pada tanggal 11 Desember.

"Pertemuan ini akan menyediakan platform bagi para menteri luar negeri ASEAN untuk bertukar pandangan mengenai situasi terkini antara Kamboja dan Thailand," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Malaysia yang dirilis pada hari Minggu.

Sesi khusus antara Menlu se-ASEAN ini juga akan mempertimbangkan langkah-langkah yang mungkin yang dapat diambil oleh anggota ASEAN untuk mendukung upaya yang sedang berlangsung guna menurunkan eskalasi kekerasan dan mengakhiri permusuhan, demi kepentingan perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan.

"Malaysia tetap teguh dalam mempromosikan dialog yang konstruktif dalam semangat ASEAN," ungkap Kemenlu Malaysia dalam pernyataan tersebut.

"Karena hal itu, Malaysia akan mendukung kedua belah pihak dalam mematuhi hukum internasional, mempertahankan hubungan bertetangga yang baik dan hidup berdampingan secara damai, serta kerja sama bilateral dan multilateral menuju penyelesaian sengketa yang damai, adil, dan berkelanjutan." pungkas pihak Kemenlu Malaysia.

Vietnam Ingin Kamboja dan Thailand Segera Damai

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved