Minggu, 12 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Puluhan Negara Kecam Netanyahu, Tolak Manuver Israel di Somaliland

Puluhan negara Arab, Islam, dan Afrika mengecam Netanyahu usai Israel mengakui Somaliland. Dinilai langgar hukum internasional picu ketegangan kawasan

Editor: Nuryanti
Facebook GPO
PIDATO BENJAMIN NETANYAHU - Foto yang diambil dari Facebook GPO, Kamis (2/10/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Israel setelah kembali dari kunjungannya ke Amerika Serikat pada Rabu (1/10/2025). Puluhan negara Arab, Islam, dan Afrika mengecam Netanyahu usai Israel mengakui Somaliland. Dinilai langgar hukum internasional picu ketegangan kawasan 

Ringkasan Berita:
  • 21 negara Arab, Islam, dan Afrika bersama OKI mengecam keras keputusan Israel mengakui kedaulatan Somaliland, menilai langkah tersebut melanggar hukum internasional.
  • Somaliland yang memproklamasikan kemerdekaan sepihak sejak 1991 hingga kini tidak diakui internasional, sehingga pengakuan Israel dinilai berbahaya.
  • Amerika Serikat menolak mengikuti langkah Israel, dengan Presiden Donald Trump menegaskan AS tetap berpegang pada pendekatan diplomatik multilateral.

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 21 negara, organisasi, dan entitas Arab, Islam, serta Afrika secara tegas mengutuk langkah Israel yang mengakui kedaulatan Somaliland, sebuah wilayah yang selama ini diklaim sebagai bagian dari Republik Federal Somalia.

Pernyataan bersama tersebut ditandatangani oleh Arab Saudi, Mesir, Turki, Iran, Pakistan, Qatar, Yordania, Aljazair, Irak, dan Kuwait.

Kemudian diikuti Oman, Libya, Palestina, Somalia, Sudan, Yaman, Komoro, Djibouti, Gambia, Maladewa, Nigeria, serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Dalam pernyataan bersama, mereka menilai langkah Israel tersebut melanggar hukum internasional, mengancam stabilitas kawasan, serta merusak kedaulatan Somalia sebagai negara yang diakui secara internasional.

Mereka juga menilai tindakan Israel mencerminkan pengabaian yang jelas terhadap hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara.

“Para penandatangan mengutuk dan menolak pengakuan Israel terhadap Somaliland mengingat dampak seriusnya terhadap perdamaian dan keamanan regional serta internasional,” demikian bunyi pernyataan bersama, sebagaimana dikutip dari i24news.

Somaliland sendiri terletak di wilayah utara Somalia dan secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan pada 1991, menyusul runtuhnya pemerintahan pusat Somalia.

Meski wilayah tersebut memiliki pemerintahan lokal, sistem politik, dan institusi keamanan sendiri, komunitas internasional hingga kini tidak mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat.

Negara-negara dan organisasi yang mendukung Somalia menilai bahwa pengakuan terhadap Somaliland berisiko menciptakan peristiwa berbahaya bagi gerakan separatis, tidak hanya di Somalia, tetapi juga di kawasan lain.

Karena itu, mereka menegaskan komitmen untuk menjaga keutuhan wilayah Somalia sebagai bagian dari upaya mempertahankan stabilitas dan keamanan regional.

Narasi dukungan ini sekaligus menjadi sinyal diplomatik bahwa isu kedaulatan Somalia merupakan kepentingan bersama, dan tidak dapat diputuskan secara sepihak oleh satu negara tanpa kesepakatan internasional yang luas.

Para penandatangan juga memperingatkan bahwa pengakuan terhadap wilayah yang memisahkan diri tanpa konsensus global dapat menciptakan preseden berbahaya, sekaligus memicu ketegangan baru di kawasan strategis yang menjadi jalur pelayaran internasional utama.

Tak hanya negara 21 negara, organisasi, dan entitas Arab, Islam, serta Afrika, Pemerintah AS menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengikuti langkah Israel dalam mengakui kedaulatan Somaliland.

Baca juga: Iran dan Turki Temukan Musuh Bersama, Israel Kini Menghitung Ulang Ancaman di Timur Tengah

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan New York Post yang diterbitkan Jumat (26/12/2025) waktu setempat.

Sikap AS tersebut mencerminkan kehati-hatian Washington dalam menyikapi isu pemisahan wilayah yang belum diakui komunitas internasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved