Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Putar Arah Kebijakan, Trump Tahan Kenaikan Tarif Impor hingga 2027
Trump putar arah kebijakan ekonomi. Tarif impor furnitur ditahan hingga 2027 demi menekan inflasi, jaga daya beli, dan meredam gejolak pasar AS.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah AS mempertahankan tarif impor 25 persen untuk produk furnitur sampai 1 Januari 2027, membatalkan rencana kenaikan tarif tinggi yang semula berlaku pada 2026.
- Kenaikan harga furnitur hingga 4,6 persen secara tahunan mendorong pemerintah menahan tarif agar tidak memperparah beban konsumen dan tekanan inflasi domestik.
- Gedung Putih menyebut penundaan memberi waktu untuk negosiasi dengan mitra dagang, sekaligus menenangkan pasar yang sempat terdampak rencana tarif agresif.
TRIBUNNEWS.COM – Diawal tahun 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembalikan arah kebijakan ekonomi dengan menunda pemberlakuan tarif impor tinggi.
Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dari rencana sebelumnya yang sempat menuai kekhawatiran pelaku usaha dan konsumen.
Berdasarkan lembar fakta Gedung Putih, penundaan tersebut mencakup berbagai produk furniture, mulai dari furnitur berlapis kain, lemari dapur, hingga meja rias.
“Amerika Serikat terus terlibat dalam negosiasi produktif dengan mitra dagang untuk mengatasi masalah timbal balik perdagangan dan keamanan nasional terkait impor produk kayu,” demikian penjelasan dalam lembar fakta tersebut, dikutip New York Post, Jumat (2/1/2026).
Penangguhan tarif ini diberlakukan selama satu tahun, sehingga pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan tarif impor sebesar 25 persen hingga setidaknya 1 Januari 2027.
Keputusan ini sekaligus membatalkan skema awal yang dirancang mulai berlaku pada 2026.
Dimana dalam rencana sebelumnya, tarif impor untuk lemari dapur dan meja rias dijadwalkan melonjak menjadi 50 persen, sementara furniture kayu berlapis kain seperti sofa dan kursi akan dikenai tarif hingga 30 persen.
Penundaan tersebut dipandang sebagai langkah pemerintah untuk menahan tekanan harga di dalam negeri serta menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak.
Alasan Trump Kendorkan Aturan
Mengutip dari ABC News, Penundaan tarif diberlakukan Presiden Donald Trump menunda karena kombinasi beberapa faktor.
Diantaranya berkaitan langsung dengan upaya pemerintah AS menjaga stabilitas harga barang konsumsi di dalam negeri.
Baca juga: Kebijakan Trump Makan Korban: Kenaikan Biaya Visa H-1B Bikin Teknologi AS Terancam Krisis Talenta
Dalam beberapa bulan terakhir, harga furniture di Amerika Serikat tercatat terus meningkat. Data inflasi menunjukkan harga furniture ruang tamu, dapur, dan ruang makan naik sekitar 4,6 persen secara tahunan.
Kenaikan ini menambah beban rumah tangga, terutama di tengah kekhawatiran publik soal biaya hidup dan daya beli.
Adanya penerapan tarif impor yang lebih tinggi dikhawatirkan akan mendorong lonjakan harga lanjutan, karena sebagian besar furnitur yang beredar di pasar AS masih bergantung pada bahan baku dan produk impor.
Oleh karenanya penundaan tarif dipandang sebagai langkah untuk meredam tekanan inflasi dan mencegah kenaikan harga yang lebih tajam bagi konsumen.
Selain faktor domestik, Gedung Putih juga menyebut adanya “negosiasi produktif” dengan mitra dagang terkait isu timbal balik perdagangan dan keamanan nasional, khususnya yang berkaitan dengan impor produk kayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-Desak-NATO-Setop-Beli-Minyak-Moskow.jpg)