Fenomena 'Keluarga Sewaan' di Jepang Bagi Mereka yang Tak Punya Keluarga
Menyewa orang lain untuk berperan sebagai anggota keluarga, pasangan, teman, atau pendamping bukan hal baru di Jepang.
Ringkasan Berita:
- Di Jepang saat ini lagi tren fenomena menyewa orang lain untuk berperan sebagai anggota keluarga, pasangan, teman, atau pendamping bukan hal baru di Jepang.
- Film terbaru Rental Family, yang dibintangi Brendan Fraser dan disutradarai oleh Hikari, telah menyoroti fenomena ini
- Jepang dikenal sebagai 'negara kesepian' karena warganya sibuk bekerja dan angka kelahiran turun karena warga memilih banyak tidak menikah
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Film terbaru Rental Family, yang dibintangi Brendan Fraser dan disutradarai oleh Hikari, telah menyoroti sebuah fenomena sosial dalam budaya Jepang kontemporer.
Menyewa orang lain untuk berperan sebagai anggota keluarga, pasangan, teman, atau pendamping bukan hal baru di Jepang.
Dengan tujuan agar klien dianggap tidak kesepian, memiliki keluarga, dan senantiasa menjaga eksistensi penampilan.
Mengapa Ini Penting?
Kesepian telah menjadi masalah yang meluas di Jepang, memengaruhi semua usia.
Banyak warga Jepang yang merasa terisolasi secara sosial karena sibuk dengan pekerjaan, tekanan budaya, atau menyusutnya jaringan sosial.
Layanan keluarga sewaan menawarkan pendampingan sementara.
Beberapa orang lain disewa sebagai orang tua, saudara atau teman hanya sekadar menunjukkan bahwa dia tidak sendiri.
Ini sekaligus validasi sosial bagi mereka yang kekurangan koneksi pribadi yang dapat diandalkan atau yang tidak punya keluarga.
Pernikahan turun di Jepang
Tren demografis memperparah masalah ini.
Angka pernikahan di Jepang terus menurun.
Sebuah rumah tangga yang hanya terdiri dari satu orang mencakup lebih dari 34 persen dari seluruh rumah tangga.
Tren ini bertepatan dengan perubahan lanskap demografis Jepang yang banyak dihuni warga berusia tua "super-tua".
Dimana penduduk Jepang saat ini 30 persen penduduknya berusia 65 tahun atau lebih .
Bagaimana lahirnya keluarga sewaan?
Layanan keluarga sewaan muncul sebagai kekuatan budaya pada tahun 1990-an, awalnya menawarkan pengganti kerabat untuk pernikahan dan pemakaman.
Saat ini, industri ini mencakup ratusan perusahaan di seluruh negeri, menawarkan peran mulai dari pasangan, saudara kandung, hingga rekan bisnis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-suasana-malam-di-Shinjuku-Tokyo-Jepang.jpg)