Kronologi Kecelakaan Kereta di Thailand Tewaskan 22 Orang, Gara-gara Derek Kereta Cepat Jatuh
Sebuah kereta api yang berangkat dari ibu kota Thailand menuju timur laut negara itu tergelincir pada Rabu 14 Januari 2026.
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan kereta di Thailand menyebabkan 22 orang tewas dan 55 orang lainnya terluka
- Kecelakaan disebabkan derek proyek kereta cepat yang sedang dibangun menimpa kereta yang melintas
- Tim penyelamat menggunakan alat pemotong hidrolik untuk membebaskan penumpang yang terjebak di reruntuhan
- Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perhubungan Phiphat Ratchakitprakarn memerintahkan mengusut kejadian itu
TRIBUNNEWS.COM, THAILAND – Sebuah kereta api yang berangkat dari ibu kota Thailand menuju timur laut negara itu tergelincir dan terbakar pada Rabu 14 Januari 2026.
Kereta itu tergelincir setelah sebuah derek konstruksi proyek yang jatuh menimpa salah satu gerbong kereta yang melaju kencang.
Kecelakaan itu menewaskan sedikitnya 22 orang.
“Dua puluh dua orang tewas dan lebih dari 55 orang terluka,” kata Kepala Polisi Provinsi Nakhon Ratchasima, Thatchapon Chinnawong, dikutip dari Reuters.
Kecelakaan itu terjadi pagi tadi di distrik Sikhio, Nakhon Ratchasima, 230 km timur laut Bangkok.
Kereta melaju menuju provinsi Ubon Ratchathani membawa 120 penumpang.
Berangkat dari Stasiun Krung Thep Apiwat di Bangkok pukul 05.00 pagi dan melaju dengan kecepatan 120 km per jam.
Gara-gara derek kereta cepat
Polisi setempat mengatakan kepada Reuters bahwa sebuah derek yang dipakai untuk proyek kereta api cepat roboh.
Thailand saat ini sedang membangun proyek kereta cepat seperti Indonesia.
Derek yang dipakai di proyek itu jatuh dan menabrak kereta yang sedang melintas di bawahnya.
Menyebabkan kereta tersebut tergelincir dan sempat terbakar.
"Api telah dipadamkan dan pekerjaan penyelamatan sedang berlangsung," kata polisi.
Derek itu pertama kali jatuh ke gerbong kedua kereta yang berisi 40 penumpang.
Api berkobar, terutama di gerbong kedua, sehingga menyulitkan evakuasi karena kereta ber-AC itu memiliki pintu dan jendela otomatis elektrik yang tidak dapat dibuka secara manual.
Tim penyelamat menggunakan alat pemotong hidrolik untuk membebaskan penumpang yang terjebak di reruntuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kuasi-penumpang-yang-terjebak-setelah-sebuah-derek-konstruksi.jpg)