Sering Digunakan di Negara yang Berkonflik dan Pusat Scam Asia, Starlink Penyelamat atau Spionase?
Pusat-pusat penipuan di Myanmar, Kamboja dan Laos telah menggunakan Starlink guna tetap online meskipun telah ada upaya penegakan hukum internasional
Ringkasan Berita:
- Pusat-pusat penipuan di Myanmar, Kamboja, dan Laos juga menggunakan Starlink
- Starlink juga telah digunakan oleh berbagai kelompok di Sudan dan Myanmar, dua negara yang terlibat dalam perang saudara selama bertahun-tahun
- Layanan satelit tersebut menyediakan jalur komunikasi vital bagi militer Ukraina setelah invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022, tetapi pada September tahun itu, Elon Musk dilaporkan memerintahkan penutupan Starlink di beberapa wilayah Ukraina
TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Starlink milik Elon Musk dilaporkan menawarkan layanan gratis kepada pengguna di Iran saat pemadaman komunikasi sedang berlangsung di tengah protes antipemerintah yang meluas. Layanan komunikasi satelit dari SpaceX ini adalah salah satu dari sedikit cara untuk mengabarkan aksi penindakan pemerintah yang represif dapat tersiarkan keluar Iran.
Baca juga: Trump Gandeng Elon Musk untuk Kirim Starlink ke Iran Buntut Pemadaman Internet: Dia Sangat Mahir
Setelah pemerintah Iran memutus akses internet ke sebagian besar wilayah pada hari Kamis(15/1/2026), warga Iran beralih ke perangkat perantara dan konstelasi satelit orbit rendah Starlink untuk terhubung ke internet dan berbagi berita tentang protes dengan dunia luar.
Diketahui Starlink tidak memiliki lisensi untuk beroperasi di Iran, tetapi ribuan terminalnya telah diselundupkan ke Iran sejak tahun 2022 ketika Presiden Amerika Serikat saat itu, Joe Biden, mengizinkan perusahaan teknologi AS guna melewati sanksi dan menjual alat komunikasi kepada warga Iran. Langkah itu bertepatan dengan protes massal yang meletus atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita Iran yang ditangkap karena diduga mengenakan hijab secara tidak benar, saat berada dalam tahanan.
Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia ingin melihat Starlink memulihkan akses internet ke Iran dan ia akan berbicara dengan Elon Musk tentang masalah ini.
Meskipun baik Starlink maupun Elon Musk belum secara publik mengkonfirmasi berita tersebut, seseorang yang mengetahui layanan Starlink mengatakan kepada Bloomberg bahwa perusahaan tersebut menawarkan layanan gratis ke Iran.
Mahmood Amiry-Moghaddam yang juga Direktur Iran Human Rights, sebuah kelompok hak asasi manusia dengan anggota di dalam dan luar Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa akses ke Starlink telah memainkan peran penting dalam berbagi informasi tentang protes, termasuk perkiraan tentang jumlah korban jiwa.
“Hal ini sangat penting karena alternatifnya adalah tidak ada informasi sama sekali,” kata Amiry-Moghaddam.
Iran belum merilis jumlah korban tewas resmi, tetapi pihak berwenang mengatakan lebih dari 100 anggota pasukan keamanan telah tewas. Aktivis oposisi mengatakan jumlah korban jauh lebih tinggi dan termasuk lebih dari 1.000 demonstran. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi setidaknya 2.571. Al Jazeera tidak dapat memverifikasi secara independen angka-angka ini.
Menurut Internet Society, sebuah organisasi nirlaba hak digital, telah terjadi 17 pemadaman internet di Iran sejak tahun 2018, tetapi tingkat keparahannya bervariasi. Kemudian ada pemadaman listrik bertepatan dengan periode kerusuhan, seperti protes tahun 2019 terkait harga bahan bakar dan demonstrasi tahun 2022 setelah kematian Amini.
Iran juga sempat memutus akses internet pada bulan Juni 2025 selama perang 12 hari dengan Israel dan AS. Namun Amiry-Moghaddam mengatakan pemadaman kali ini lebih luas daripada kejadian sebelumnya karena cakupan geografisnya dan pembatasan akses telepon internasional.
“Pada tahun 2019, terjadi pemadaman total. Pada tahun 2022, ada beberapa area yang mengalami pemadaman selama beberapa jam, dan itu berpindah-pindah. Tetapi belum pernah terjadi di seluruh negeri seperti sekarang dan selama berhari-hari. Belum pernah terjadi pemadaman seluas ini,” kata Amiry-Moghaddam.
Kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan dalam sebuah unggahan Telegram pada hari Rabu bahwa akses ke Jaringan Informasi Nasional, intranet domestik yang dikendalikan negara, telah dipulihkan.
Baca juga: BNPB Aktifkan Komunikasi Darurat Starlink, Pengungsi Bencana Aceh, Sumut, Sumbar Capai 635.214
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/starlink-di-ukraina.jpg)