Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin-AS Bahas Perdamaian Rusia-Ukraina, Kremlin: Isu Teritorial adalah Kuncinya
Presiden Rusia Putin dan Utusan AS membahas perdamaian Rusia-Ukraina, sementara Kremlin sebut isu teritoal adalah kunci dari kelanjutan perundingan.
Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat akan menggelar pembicaraan trilateral di Abu Dhabi pada Jumat, menandai pertemuan pertama ketiga pihak sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
"Tim Amerika akan pergi ke Moskow hari ini, mereka menunggu pertemuan kami dengan Presiden Trump, dan sekarang mereka akan pergi, dan tim saya akan bertemu dengan tim Amerika," kata Presiden Ukraina Zelensky berbicara di forum ekonomi di Davos, Swis, Kamis.
"Saya pikir ini akan menjadi pertemuan trilateral pertama di Uni Emirat Arab. Saya pikir itu akan terjadi besok, dan lusa. Ini akan menjadi pertemuan yang akan berlangsung selama dua hari di Uni Emirat Arab," ungkapnya.
Kabar pertemuan trilateral ini dikonfirmasi oleh ajudan Putin, Yury Ushakov setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner di Kremlin.
"Kelompok kerja trilateral tentang keamanan akan bertemu untuk pertama kalinya di Abu Dhabi pada Jumat sore," lapor Russia Today, mengutip pernyataan Yury Ushakov.
Kremlin menyebut pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan pembentukan kelompok kerja trilateral untuk membahas isu keamanan.
Yury Ushakov mengatakan Utusan AS Steve Witkoff dan utusan investasi Rusia Kirill Dmitriev akan bertemu secara terpisah di Abu Dhabi untuk membahas perdagangan Rusia-AS.
Agenda pertemuan tersebut belum diungkap, namun Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pembicaraan akan berlangsung selama dua hari, meski belum jelas apakah delegasi Rusia dan Ukraina akan bertemu langsung.
Sementara itu, isu wilayah tetap menjadi hambatan utama dalam perundingan tersebut.
Rusia menuntut Ukraina menyerahkan sebagian wilayah timur Donetsk serta membatalkan ambisi bergabung dengan NATO, tuntutan yang ditolak Kyiv.
-
Zelenskyy Kritik Lambatnya Eropa Atasi Perang Rusia-Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkritik para pemimpin negara Eropa karena dinilai lambat dalam membantu menyelesaikan perang Rusia dan Ukraina.
Berbicara di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swis, Zelenskyy menuduh Eropa gagal mengambil tindakan tegas terhadap Rusia.
“Tahun lalu, di Davos ini, saya mengakhiri pidato saya dengan kata-kata 'Eropa perlu tahu bagaimana membela diri'," kata Zelensky, yang mengenakan jaket hitam dan kemeja hitam.
"Setahun telah berlalu, dan tidak ada yang berubah," lanjutnya.
“Eropa bisa dan harus menjadi kekuatan global, tetapi tetap menjadi kaleidoskop yang terfragmentasi dari kekuatan-kekuatan kecil dan menengah,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/putln-34343345.jpg)