Polemik Kepemilikan Greenland
Gedung Putih: Eropa Perlahan-lahan Menghancurkan Dirinya Sendiri
Trump menyatakan pendapatnya bahwa sebagian besar negara Eropa tidak akan mampu berfungsi secara normal jika bukan karena dukungan Amerika.
Gedung Putih: Eropa Perlahan-lahan Menghancurkan Dirinya Sendiri
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Kepala Staf Gedung Putih yang menjadi kantor kepresidenan Amerika Serikat (AS), Stephen Miller membela kritik Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Eropa di Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Menurutnya, kritik Trump itu berakar pada kenyataan kalau Eropa "perlahan-lahan menghancurkan dirinya sendiri".
Trump, yang menggaungkan jargon "Make America Great Again" memang getol mengkritik Eropa.
Baca juga: Isi Kesepakatan Trump, NATO, dan Denmark Soal Greenland: Apa yang Kurang dari Tawar-menawar Itu?
Dia menyinggung pemerintahan AS sebelum dirinya menjabat dengan mengatakan terlalu jor-joran terhadap Eropa.
Di sektor pertahanan misalnya, Trump mendamprat keras negara-negara NATO yang memiliki sedikit anggaran pertahanan tapi membebankan banyak pengeluaran ke AS.
NATO kemudian merespons kritik Trump ini dengan menaikkan iuran anggota mereka sebesar 5 persen dari Product Domestic Bruto (PDB) masing-masing negara.
Belakangan, Trump kembali menyemprot NATO soal Greenland, pulau di Arktik milik Denmark, anggota NATO.
Trump bersikeras kalau Greenland harus dikendalikan AS demi urgensi sektor keamanan negara, hal yang ditentang banyak negara NATO.
Atas penentangan itu, Trump lantas makin lantang mengkritik aliansi negara-negara Eropa tersebut.
Baca juga: Olok-olok Donald Trump ke NATO Saat AS Sesumbar Segera Punya Akses Penuh Tanpa Batas di Greenland
Eropa Perlahan Menghancurkan Dirinya Sendiri
Soal pernyataan-pernyataan Trump ke Eropa, Stephen Miller menyiratkan pembelaannya dengan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Fox News:
"Kritiknya (Trump) terhadap Eropa dalam pidatonya di Davos adalah salah satu pernyataan terpenting yang pernah dibuat oleh seorang presiden Amerika tentang benua (lama) itu."
Miller menyinggung aturan Eropa yang justru membatasi dirinya mengembangkan sektor energi. Alih-alih begitu, kata dia, Eropa justru mengandalkan kebutuhan energi dari negara lain.
"Eropa perlahan-lahan menghancurkan dirinya sendiri dengan mencekik sektor energinya dengan peraturan, bergantung pada energi bersih yang tidak efisien dan pada negara lain," kata Miller.
"Eropa juga menghancurkan dirinya sendiri dengan kebijakan imigrasi yang tidak bertanggung jawab, serta dengan gagal berinvestasi dalam angkatan bersenjatanya sendiri selama bertahun-tahun, dan menggunakan Amerika Serikat untuk menopang pertahanan (Eropa)," tambahnya.
Baca juga: Olok-olok Donald Trump ke NATO Saat AS Sesumbar Segera Punya Akses Penuh Tanpa Batas di Greenland
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gedung-Putih-AS.jpg)