Iran Vs Amerika Memanas
Analis: Iran Tak Akan Runtuh Sekalipun Serangan Amerika Berhasil Singkirkan Ali Khamenei
Pakar menilai struktur kekuasaan di Iran telah dirancang sedemikian rupa untuk tetap bertahan meskipun kehilangan figur sentral.
"Sebagai kekuatan yang mendominasi jaringan keamanan dan sebagian besar ekonomi negara, IRGC bisa mengubah Iran menjadi rezim militer terbuka yang jauh lebih keras," katanya.
Ia menilai nama-nama seperti Mohammad Bagher Ghalibaf disebut berpotensi muncul sebagai otoritas sentral dalam masa transisi tersebut, yang alih-alih membawa reformasi, justru akan memantapkan sistem yang lebih represif.
Iran tak bakal diam
Di sisi lain, Iran dipastikan tidak akan tinggal diam dan siap melancarkan serangan balasan yang luas di seluruh kawasan.
Menggunakan arsenal rudal balistik dan drone, Teheran diprediksi akan menghantam pangkalan militer AS dan infrastruktur negara-negara tetangga yang dianggap membantu Washington.
Salah satu ancaman paling fatal adalah gangguan pada arus energi global melalui penebaran ranjau laut di Selat Hormuz, jalur pengiriman vital yang dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dan gas dunia, yang dipastikan akan membuat harga energi dunia melonjak tajam.
Risiko paling mengerikan dari konfrontasi ini adalah runtuhnya otoritas pusat yang memicu perang saudara dan kerusuhan etnis di negara dengan penduduk lebih dari 90 juta jiwa tersebut.
Tanpa adanya oposisi yang terorganisir dengan baik untuk mengambil alih pemerintahan, kekosongan kekuasaan hanya akan melahirkan anarki.
"Iran kekurangan oposisi kredibel yang mampu memerintah negara; perubahan rezim yang dipaksakan dari luar bisa berujung pada kekacauan atau kontrol garis keras yang lebih ketat," tegas Citrinowicz mengenai bahaya kevakuman kepemimpinan pasca-serangan.
Ali Khamenei: Bukan Hanya Pemimpin bagi Iran
Ali Khamenei adalah Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran sejak tahun 1989, menggantikan Ayatullah Ruhollah Khomeini.
Sebagai pemimpin tertinggi, ia memegang otoritas tertinggi dalam politik, militer, dan agama di Iran.
Jabatan ini membuatnya memiliki pengaruh besar atas kebijakan dalam negeri maupun luar negeri, termasuk pengawasan terhadap presiden, parlemen, dan lembaga-lembaga negara.
Ali Khamenei menjadi figur sentral dalam menjaga stabilitas sistem politik Iran, yang dirancang agar tetap bertahan meski terjadi pergantian tokoh.
Struktur pemerintahan Iran di bawah Khamenei menegaskan bahwa kekuasaan tidak hanya bergantung pada individu, melainkan pada lembaga-lembaga yang menopang Republik Islam.