Kamis, 28 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Bola di Tangan AS, Eks-Menhan Israel: Bersiap Sekarang! Siapkan Shelter Bom Jika Perang Iran Pecah

Israel mengatakan pihaknya khawatir akan jadi sasaran serangan rudal Iran jika Amerika Serikat menyerang Iran.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
SERANG ISRAEL - Rentetan peluncuran rudal Iran ke Israel dalam perang 12 hari pada Juni 2025 silam. Iran menyatakan siap merespons seranganan apapun dari Amerika Serikat dan membalas ke Israel. 

Bola di Tangan AS, Eks-Menhan Israel: Bersiap Sekarang! Siapkan Shelter Bom Jika Perang dengan Iran Pecah

Ringkasan Berita:
  • Mantan kepala staf Israel menyerukan penyediaan tempat perlindungan aman jika terjadi perang dengan Iran.
  • Israel, sekutu utama AS, akan terdampak serangan balasan Iran jika terjadi serangan.
  • Keputusan untuk berperang melawan Iran pada akhirnya berada di tangan AS.

 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, Rabu (4/2/2026) menyerukan persiapan tempat perlindungan yang aman bagi jutaan warga Israel jika terjadi perang dengan Iran.

"Kita harus bersiap sekarang dan menyiapkan tempat-tempat aman bagi jutaan orang yang tidak memiliki tempat berlindung yang aman," kata Lieberman, pemimpin Partai Yisrael Beiteinu sayap kanan, kepada radio lokal 103 FM.

Namun, ia mencatat bahwa keputusan untuk berperang dengan Iran berada di tangan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Analis Militer Israel: Perundingan AS-Iran Bakal Gagal, Perang Segera Pecah 

"Kita berada pada tahap di mana Negara Israel harus tenang dan menunggu," kata Lieberman.

Dia menambahkan kalau Israel "memiliki sedikit kemampuan untuk memengaruhi Presiden Trump, karena dialah yang membuat keputusan-keputusan penting."

Israel memantau dengan saksama peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut dan menunggu hasil negosiasi AS-Iran yang direncanakan akan dimulai pada hari Jumat.

Israel mengatakan pihaknya khawatir akan serangan rudal Iran jika AS menyerang Iran.

Tekanan dari Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir sejak pecahnya protes anti-pemerintah di Iran pada akhir Desember.

Otoritas Iran menuduh AS dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai "perusuh" dan "teroris" yang melakukan tindakan kekerasan selama protes. Teheran juga bersumpah akan membalas setiap serangan.

AS dan Israel menuduh Iran berupaya memproduksi senjata nuklir, sementara Teheran mengatakan program nuklirnya dirancang untuk tujuan damai, termasuk pembangkitan listrik.

 

(oln/Anadolu/*)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved