Jumat, 5 Juni 2026

Perang Dunia Ketiga

Rusia: Kami Punya Kebebasan Bertindak Setelah Berakhirnya Perjanjian Nuklir dengan Amerika

Situasi ini diyakinkan membawa geopolitik dunia selangkah lebih dekat ke arah Perang Dunia Ketiga.

Tayang:
tangkap layar NW/kredit foto: Departemen Energi AS
TES NUKLIR - Awan jamur muncul dari ledakan uji coba senjata nuklir oleh Amerika Serikat di Nevada pada tahun 1957. AS kini akan memulai kembali uji coba senjata nuklir mereka sebagai respons uji coba senjata nuklir yang dilakukan Rusia dan China. 

Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2010 ini membatasi persenjataan AS dan Rusia hingga maksimal 1.550 hulu ledak nuklir strategis masing-masing.

Jumlah yang disyaratkan itu merupakan pengurangan sekitar 30 persen dibandingkan dengan batas sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2002.

Perjanjian tersebut juga menetapkan jumlah maksimum pesawat pembom berat sebanyak 800 unit per negara, jumlah yang dianggap cukup untuk menghancurkan Bumi.

Sebelumnya, pada Februari 2023, Rusia telah mengumumkan kalau mereka menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian tersebut tanpa secara resmi menarik diri, sambil menegaskan kalau mereka akan terus menghormati batasan yang telah ditetapkan.

Namun sebelum itu, Moskow menuduh Washington menghalangi inspeksi yang direncanakan di bawah "New START," yang ditangguhkan dalam konteks perang antara Rusia dan Ukraina.

Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat menarik diri pada tahun 2019 dari perjanjian perlucutan senjata penting yang ditandatangani pada tahun 1987 dengan Rusia mengenai rudal nuklir jarak menengah.

 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved