Kamis, 18 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Simulasi Perang Rusia vs NATO, Putin Disebut Bisa Capai Tujuan dalam Hitungan Hari

Simulasi perang yang dilakukan oleh mantan pejabat NATO dan Jerman menunjukkan Rusia dapat merebut Lithuania hanya dalam beberapa hari.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

Simulasi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran di Eropa akan potensi serangan Rusia terhadap NATO.

Tahun lalu, terjadi beberapa kali penyusupan drone dan jet tempur Rusia ke wilayah NATO ketika Rusia menguji pertahanan aliansi tersebut, sebuah langkah yang menurut para ahli dan pejabat dirancang untuk melihat bagaimana negara-negara NATO akan bereaksi.

Menteri Pertahanan Belanda, Ruben Brekelmans, mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa pihaknya telah memperkirakan Rusia mampu memindahkan sejumlah besar pasukan dalam waktu satu tahun.

“Kami melihat bahwa mereka telah meningkatkan inventaris strategis mereka, serta memperluas kehadiran dan aset di sepanjang perbatasan NATO,” tambahnya.

Latihan simulasi perang tersebut dilaksanakan pada Desember secara bersama-sama oleh surat kabar Jerman Die Welt dan Pusat Simulasi Perang Jerman dari Universitas Helmut Schmidt Angkatan Bersenjata Jerman.

Potensi Perang Rusia vs NATO

Kekhawatiran meletusnya perang antara Rusia dan NATO bukan tanpa dasar.

Menurut Vadym Skibitskyi, Wakil Kepala Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR), dalam wawancara dengan media Ukraina Ukrinform pada 7 September 2025, Rusia tengah mendorong industri pertahanannya ke tingkat yang lebih tinggi.

Rusia disebut berencana memproduksi puluhan jet tempur baru, ratusan tank dan kendaraan lapis baja, serta ribuan rudal.

Target produksi tersebut menunjukkan persiapan tidak hanya untuk perang melawan Ukraina, tetapi juga untuk potensi konfrontasi dengan NATO pada 2030.

Selain itu, Letnan Jenderal Alexander Sollfrank mengatakan kepada Reuters dalam wawancara pada November 2025 bahwa Rusia berpotensi melancarkan serangan skala besar terhadap NATO paling cepat pada 2029 jika upaya persenjataannya terus berlanjut.

Sollfrank menyebut bahwa meskipun mengalami kemunduran di Ukraina, angkatan udara Rusia masih mempertahankan kekuatan tempur yang substansial, sementara kekuatan nuklir dan rudalnya tetap tidak terpengaruh.

Meski Armada Laut Hitam telah menderita kerugian signifikan, armada Rusia lainnya belum mengalami penurunan kekuatan, katanya.

“Pasukan darat memang menderita kerugian, tetapi Rusia menyatakan bertujuan meningkatkan jumlah total pasukannya menjadi 1,5 juta tentara.”

“Rusia juga memiliki cukup tank tempur utama sehingga serangan terbatas dapat dilakukan paling cepat mulai besok,” tambah Sollfrank.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
Live
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved