Rabu, 15 April 2026

Salju Ekstrem di Jepang Tewaskan 42 Orang, Transportasi Lumpuh

Salju lebat melanda Jepang sejak akhir Januari 2026. Sebanyak 42 orang tewas, ratusan terluka, dan transportasi di banyak wilayah terganggu

Editor: Eko Sutriyanto
NHK/Kementerian Dalam Negeri Jepang
SALJU DI JEPANG - Data jumlah orang meninggal di Jepang akibat salju lebat mulai 20 Januari - 6 Februari 2026.  Cuaca ekstrem berupa salju lebat yang melanda Jepang sejak akhir Januari 2026 telah menelan korban jiwa yang cukup besar sebanyak 42 orang meninggal dan menyebabkan gangguan luas di beberapa wilayah utara serta pesisir Laut Jepang 
Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem berupa salju lebat yang melanda Jepang sejak akhir Januari 2026 menewaskan sedikitnya 42 orang di berbagai prefektur 
  • Korban umumnya akibat kecelakaan saat membersihkan salju, tergelincir, atau tertimpa salju runtuh dari atap. 
  • Salju setinggi 2–4,5 meter juga melumpuhkan transportasi dan memicu evakuasi oleh Pasukan Bela Diri Jepang.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Cuaca ekstrem berupa salju lebat yang melanda Jepang sejak akhir Januari 2026 telah menelan korban jiwa yang cukup besar sebanyak 42 orang meninggal dan menyebabkan gangguan luas di beberapa wilayah utara serta pesisir Laut Jepang.

Menurut data terbaru dari kementerian dalam negeri Jepang, sedikitnya 42 orang tewas akibat hujan salju berat selama dua pekan terakhir. 

"Puluhan korban tewas ini dilaporkan di berbagai prefektur termasuk Niigata, Aomori, Akita dan Yamagata, dengan sejumlah besar insiden terkait kecelakaan saat membersihkan salju, tergelincir, atau tertimpa salju yang runtuh dari atap rumah," ungkap seorang pejabat kementerian dalam negeri Jepang kepada Tribunnews.com Jumat (6/2/2026).

Salju tebal mencapai ketinggian hingga 2–4,5 meter di daerah terdampak, sehingga memblokir jalan, mengganggu layanan kereta api, serta menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah area. 

Situasi ini memaksa pemerintah untuk menerjunkan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) bersama peralatan berat untuk membantu membersihkan akses-akses penting dan mengevakuasi penduduk.

Baca juga: 4 Badai Salju Terparah di Amerika dalam 25 Tahun Terakhir

Salah satu kasus tragis yang dilaporkan adalah ditemukannya seorang perempuan lansia berusia 91 tahun yang tewas tertimbun salju setinggi sekitar tiga meter di depan rumahnya di Ajigasawa, Prefektur Aomori. 

Pihak berwenang memperkirakan salju yang runtuh dari atap rumah menjadi penyebab utama kematiannya.

Selain korban jiwa, ratusan orang juga dilaporkan terluka akibat kecelakaan terkait salju, termasuk cedera serius saat membersihkan salju dari atap atau jalan setempat. 

Banyak layanan transportasi, termasuk kereta cepat dan bandara, mengalami penundaan atau penutupan sementara karena kondisi itu.

Pemerintah Jepang memperingatkan bahwa meskipun suhu mulai naik dan salju mencair, kondisi tersebut dapat memperbesar risiko longsoran, permukaan licin, dan bahaya lainnya. 

Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika melakukan pembersihan salju dan selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru.

Fenomena salju ekstrem bukan hanya menimbulkan dampak langsung berupa kecelakaan dan korban jiwa, tetapi juga tekanan terhadap infrastruktur, layanan kesehatan, serta akses transportasi di wilayah yang terkena dampaknya.

Jumlah meninggal 42 orang akibat salju lebat di Jepang terdiri dari : 15 orang di Niigata, 8 orang di Akita, 5 orang di Aomori, 5 orang di Yamagata, 4 orang di Hokkaido dan masing-masing 1 orang di Nagano,  Fukui, Kyoto,  Shimane dan Iwate.

Diskusi  musim dingin di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved