Kemacetan Jepang Capai 34 Persen, Tokyo Catat Lonjakan Tertinggi
Laporan TomTom 2025: Kemacetan global naik jadi 25 persen. Jepang peringkat ke-9 dunia, Kumamoto dan Kyoto paling terdampak
Ringkasan Berita:
- TomTom dalam laporan *TomTom Traffic Index 2025* mencatat kemacetan global naik menjadi 25 persen sepanjang 2025
- Jepang berada di peringkat ke-9 dunia dengan tingkat kemacetan 34 persen, sementara Kumamoto dan Kyoto menjadi kota paling terdampak
- Di Tokyo, kemacetan 2025 meningkat dibanding tahun sebelumnya, dengan puncak 105 persen menjelang libur Obon
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG – Perusahaan teknologi lokasi asal Belanda, TomTom, pada 12 Februari 2026 merilis laporan tahunan “TomTom Traffic Index 2025” yang menganalisis tren lalu lintas global dan perilaku komuter di berbagai kota dunia.
Berdasarkan analisis lebih dari 3,65 triliun kilometer data perjalanan sepanjang 2025, tingkat kemacetan global meningkat dari 20 persen menjadi 25 persen.
Kenaikan 5 poin persentase ini menunjukkan tren perlambatan mobilitas yang semakin nyata di berbagai kawasan.
Jepang Masuk 10 Besar Dunia
Secara nasional, Jepang mencatat tingkat kemacetan rata-rata 34 persen dan berada di peringkat ke-9 dunia, sejajar dengan Indonesia.
Di kawasan Asia, Jepang menempati posisi ke-4 setelah Filipina, India, dan Singapura.
Negara dengan tingkat kemacetan tertinggi dalam laporan ini adalah Kolombia, dengan angka mendekati 50 persen.
Baca juga: Indonesia Juara Kedua di 2026 Sapporo Snow Festival Jepang
Kumamoto dan Kyoto Jadi Sorotan
Dari 12 kota utama di Jepang yang dianalisis, Kumamoto mencatat tingkat kemacetan tahunan tertinggi sebesar 56,7 persen.
Angka ini menjadikannya kota termacet di Jepang dan peringkat ke-13 di Asia.
Kerugian waktu akibat jam sibuk mencapai 154 jam per tahun per pengemudi.
Salah satu faktor utama adalah lonjakan aktivitas di sekitar pabrik semikonduktor TSMC, ditambah rendahnya penggunaan transportasi umum serta tingginya ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Sementara itu, Kyoto mencatat kecepatan rata-rata terendah di antara 12 kota, yakni 17,5 km/jam.
Dengan kecepatan tersebut, perjalanan sejauh 10 kilometer membutuhkan waktu rata-rata 34 menit 17 detik.
Secara global, Kyoto berada di peringkat ke-8 kota dengan lalu lintas paling lambat.
Beberapa faktor penyebab antara lain banyaknya persimpangan akibat tata kota berbentuk grid, lonjakan wisatawan, keterbatasan lahan parkir, serta jalan sempit yang menyulitkan pergerakan bus wisata.
Fukuoka menjadi satu-satunya kota yang masuk tiga besar dalam tiga kategori sekaligus: kecepatan rata-rata terendah, tingkat kemacetan tinggi, serta kerugian waktu akibat kemacetan, baik di pusat kota maupun wilayah metropolitan.
Tokyo Semakin Padat
Di Tokyo, tingkat kemacetan bulanan sepanjang 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan 2024 pada seluruh bulan, dengan peningkatan maksimum mencapai 8 persen.
Hari paling macet terjadi pada 8 Agustus 2025 pukul 17.00 menjelang libur Obon. Saat itu tingkat kemacetan mencapai 105 persen, dengan jarak tempuh hanya 3,6 kilometer per 15 menit.
TomTom menegaskan kemacetan tidak hanya mengurangi kenyamanan pengemudi, tetapi juga meningkatkan emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar fosil.
Selain itu, kemacetan berdampak pada penurunan produktivitas dan meningkatnya beban infrastruktur perkotaan.
Meski peningkatan volume lalu lintas dapat mencerminkan aktivitas ekonomi yang tinggi, kemacetan ekstrem berpotensi menjadi hambatan pertumbuhan dalam jangka panjang.
Pada Desember 2025, TomTom meluncurkan Area Analytics Tool yang memungkinkan analisis lalu lintas berdasarkan kota, wilayah khusus, hingga waktu tertentu.
Berbasis miliaran data dan jutaan sumber informasi global, perusahaan yang bermarkas di Amsterdam dengan sekitar 3.500 karyawan ini terus mengembangkan teknologi peta pintar dan sistem lalu lintas real-time untuk mendukung mobilitas masa depan.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masjidwni1111.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.