Ginza Tokyo Gempar, 26 Orang Jadi Korban Semprotan Cabai, Pelaku Diduga WNA
Panik di GINZA SIX, 26 orang terdampak spray cabai di area ATM, polisi buru pelaku misterius
Ringkasan Berita:
- Kawasan elite Tokyo gempar setelah seorang pria diduga warga asing menyemprotkan cairan cabai di area ATM Sumitomo Mitsui Banking Corporation dalam kompleks GINZA SIX
- Sebanyak 26 orang mengalami gangguan kesehatan dan 19 korban dilarikan ke rumah sakit
- Polisi menduga pelaku memakai spray gas air mata dan masih memburunya
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Kawasan elite Ginza di pusat Kota Tokyo mendadak gempar pada Senin (25/5/2026) sekitar jam 12.00 setelah seorang diduga warga asing menyemprotkan cairan cabai di area ATM Bank SMBC kompleks perbelanjaan mewah GINZA SIX. Akibat insiden tersebut, sebanyak 26 orang mengalami gangguan kesehatan dan sedikitnya 19 orang dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Kepolisian Metropolitan Tokyo dan petugas pemadam kebakaran, laporan pertama diterima sekitar pukul 12.00 siang dari area ATM Sumitomo Mitsui Banking Corporation yang berada di lantai 1 GINZA SIX, Chuo-ku, Tokyo.
Pelapor mengaku mencium bau menyengat dan melihat banyak orang batuk-batuk sambil mengeluhkan sakit tenggorokan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan kandungan capsaicin, yaitu zat pedas yang berasal dari cabai. Polisi menduga pelaku menggunakan spray gas air mata atau spray pertahanan diri yang umum dijual bebas di Jepang.
Korban terdiri dari pria dan wanita berusia 20 hingga 80 tahun. Mereka mengalami gejala seperti sakit tenggorokan, batuk, iritasi mata, hingga sakit kepala.
Baca juga: Heboh Restoran Ramen Kepiting Jepang Dituding Pakai Bahan Impor, Sang Pemilik Buka Suara
Meski sebagian korban harus dibawa ke rumah sakit, seluruhnya dilaporkan sadar dan tidak ada yang dalam kondisi kritis.
Menurut keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas, seorang pria terlihat menyemprotkan zat tersebut ke arah pilar di dalam area ATM sebelum melarikan diri.
“Ketika mendekat sekitar lima meter, tenggorokan saya tiba-tiba sakit dan saya mulai batuk. Orang-orang di sekitar juga mengalami hal yang sama,” ujar seorang saksi mata.
Saksi lain mengatakan seorang pria keluar dari lokasi dalam keadaan sempoyongan dan muntah-muntah setelah diduga menghirup zat tersebut.
Penyidik juga memperoleh informasi bahwa sebelum kejadian terjadi pertengkaran antara orang-orang yang diduga berkewarganegaraan asing. Salah satu pihak kemudian menyemprotkan spray dan melarikan diri sehingga para pengunjung di sekitar ikut terdampak pula.
Pelaku disebut pria berusia sekitar 30-an, tinggi sekitar 170 sentimeter, mengenakan setelan warna biru tua. Hingga Senin sore jam 19.30, polisi masih melakukan pengejaran.
Kejadian itu sempat membuat kawasan Ginza panik. Polisi memasang garis pembatas di sekitar lokasi, sementara sekitar 60 kendaraan darurat, termasuk ambulans khusus bencana “Super Ambulance”, dikerahkan ke area tersebut.
Tim medis darurat bencana DMAT dan petugas dengan masker gas juga terlihat melakukan penanganan karena pada awal kejadian zat yang digunakan belum diketahui secara pasti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/semprotcabe1111.jpg)