Senin, 13 April 2026

Pekerja Asing di Hokkaido Tembus 50 Ribu Orang, Indonesia 10.785 Pekerja

Pekerja asing di Hokkaido tembus 51.358 orang. Indonesia peringkat kedua, sektor manufaktur dan pertanian paling banyak menyerap tenaga kerja

Editor: Eko Sutriyanto
Asahi Shimbun
Industri manufaktur memiliki jumlah pekerja asing terbesar di Hokkaido. Bahkan di pabrik produksi Shiosu no Ko, di kota Rumoi banyak orang asing yang mendukungnya . 

Ringkasan Berita:
  • Jumlah pekerja asing di Hokkaido menembus 51.358 orang per Oktober 2025, naik 17 persen dan tertinggi sepanjang sejarah 
  • Dalam 10 tahun, jumlahnya melonjak lebih dari empat kali lipat, dengan Vietnam dan Indonesia mendominasi komposisi tenaga kerja 
  • Sektor manufaktur dan pertanian menjadi penopang utama di tengah penurunan populasi lokal
 
 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, SAPPORO – Jumlah pekerja asing di Hokkaido untuk pertama kalinya menembus angka 50 ribu orang. Data Ministry of Health, Labour and Welfare mencatat, per akhir Oktober 2025 terdapat 51.358 pekerja asing di wilayah tersebut, naik 17 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Banyak sekali kenaikan jumlah pekerja asing di Hokkaido saat ini. Bahkan Indonesia mencapai peringkat kedua atau 21 persen dari total tenaga kerja asing sebanyak 51.358 orang,” ujar sumber di dinas tenaga kerja Hokkaido kepada Tribunnews.com, Jumat (13/2/2026).

Dalam 10 tahun terakhir, jumlah pekerja asing di Hokkaido melonjak lebih dari empat kali lipat.

Sepuluh tahun lalu, jumlahnya hanya sekitar 12.372 orang, menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur ketenagakerjaan di wilayah paling utara Jepang tersebut.

Meski pertumbuhan tahun ini lebih rendah dibanding lonjakan 24 persen pada tahun sebelumnya, Hokkaido tetap mencatat pertumbuhan tertinggi ke-6 secara nasional berdasarkan perbandingan antar-prefektur. 

Data Hokkaido Labour Bureau menunjukkan tren peningkatan konsisten selama satu dekade terakhir.

Vietnam dan Indonesia Dominan

Berdasarkan kewarganegaraan, komposisi pekerja asing di Hokkaido saat ini didominasi oleh: Vietnam: 26 persen; Indonesia: 21 persen (10.785 orang);  China (termasuk Hong Kong dan Makau): 12 persen.

Sepuluh tahun lalu, pekerja asal China mendominasi hingga 57 persen. Kini komposisinya jauh lebih beragam, dengan peningkatan signifikan dari Vietnam dan Indonesia.

Dari sisi sektor industri, distribusi pekerja asing meliputi: Manufaktur (termasuk pengolahan hasil perikanan seperti kazunoko/ikan telur asin): 25 persen; Pertanian dan kehutanan: 14 persen;  Konstruksi: 11 persen;  Medis dan kesejahteraan: 9 persen;  Perhotelan dan restoran: 9 persen.

Industri pengolahan makanan laut di kota-kota seperti Rumoi menjadi salah satu contoh bagaimana tenaga kerja asing menopang produksi lokal.

Dibanding satu dekade lalu, proporsi pekerja di sektor pertanian, konstruksi, serta medis dan kesejahteraan mengalami peningkatan. Hal ini mencerminkan kebutuhan tenaga kerja yang semakin meluas di tengah kekurangan pekerja domestik.

Perubahan Struktur Tenaga Kerja

Lonjakan lebih dari empat kali lipat dalam 10 tahun menandakan pergeseran besar dalam struktur ekonomi regional Hokkaido.

Dengan populasi lokal yang terus menurun dan menua, kehadiran pekerja asing kini menjadi pilar penting dalam menjaga keberlanjutan industri utama daerah tersebut.

Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor vital di Jepang.

Diskusi  loker di Jepang dan konsultasi hukum gratis di Jepangt dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved