Gema Munajat Megawati di Makkah: Doakan Tokoh Berjasa Bagi Tanah Air
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menunaikan umrah di Masjidil Haram bersama Puan Maharani dan M. Prananda Prabowo.
Ringkasan Berita:
- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menunaikan umrah di Masjidil Haram bersama Puan Maharani dan M. Prananda Prabowo.
- Doa dipimpin Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi saat tawaf.
- Munajat khusus dipanjatkan bagi almarhum Taufiq Kiemas dan Surindro Supjarso atas jasa dan pengabdiannya.
TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (14/2/2026) sore waktu setempat.
Ibadah umrah menjelang bulan suci Ramadan ini jadi momentum bagi Megawati bersama putra-putrinya, mendoakan mereka yang telah berjasa bagi keluarga, bangsa, serta negara.
Megawati umrah ditemani putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo bersama istri Nancy Prananda. Kemudian putri Megawati yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani.
Dalam suasana khusyuk saat tawaf ke-4 di Tanah Suci, Duta Besar RI untuk Tunisia yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Agama (nonaktif) Zuhairi Misrawi, memimpin doa untuk Megawati dan rombongan.
Munajat Zuhairi sarat dengan penghormatan kepada para tokoh yang telah berpulang. Doa tersebut bukan hanya permohonan ampunan, tetapi juga kesaksian atas jasa dan pengabdian.
Utamanya bagi dua sosok penting yakni Muhammad Taufiq Kiemas dan Surindro Supjarso. Keduanya merupakan suami dari Megawati yang sudah almarhum.
Surindro menikah dengan Megawati pada tahun 1968, keduanya dikaruniai dua orang anak, Muhammad Rizki Pratama dan Prananda Prabowo. Surindro wafat pada tahun 1970 atau ketika usianya 26 tahun.
Kemudian Megawati menikah dengan Muhammad Taufiq Kiemas pada 1973. Pada tahun 2009 - 2013 ia menjabat Ketua MPR. Ia tutup usia saat berumur 70 tahun pada 2013.
Dalam munajatnya, Zuhairi Misrawi berdoa secara universal untuk orang tua yang telah pergi mendahului. Ia berdoa agar Allah SWT membersihkan seluruh dosa para orang tua yang telah wafat.
"Ya Allah, bersihkan semua dosa mereka sebersih-bersihnya, sebagaimana dihapus semua noda dari kain putih. Terangi kubur mereka dengan cahaya ampunan dan rahmat-Mu, sebagaimana engkau terangi bumi dengan sinar matahari-Mu," ucap Zuhairi.
Doa tersebut kemudian mengerucut kepada dua nama, almarhum Surindro dan Taufiq Kiemas, yang memiliki arti mendalam bagi keluarga Megawati, PDIP dan bangsa Indonesia.
Baca juga: Doa Megawati Saat Umrah di Tanah Suci: Prananda dan Puan Akur, Bung Karno Bebas dari Fitnah
"Ya alla, secara khusus doa kami panjatkan untuk saudara, suami, atau orangtua kami, Almarhum Bapak H.M. Taufik Kiemas dan Almarhum Bapak Surindro Supjarso. Kami bersaksi, kedua hamba-Mu ini adalah orang-orang baik yang layak engkau masukkan ke dalam surga-Mu," katanya.
Doa itu menjadi penegasan atas jejak perjuangan politik almarhum Taufiq Kiemas. Ia menyatakan bahwa almarhum adalah orang berjasa bagi PDIP dan aktif dalam mempopulerkan empat pilar MPR saat memimpin lembaga negara tersebut, sekaligus tokoh nasional yang aktif mempererat persaudaraan dan kerukunan bangsa Indonesia.
i bersaksi almarhum adalah tokoh nasional yang berjasa mempererat persaudaraan dan kerukunan di antara anak bangsa. Kami bersaksi Almarhum adalah tokoh yang berjasa besar bagi sosialisasi empat pilar MPR RI ke seluruh Indonesia," ungkap Zuhairi.
Sementara doa bagi Surindro Supjarso menegaskan nilai pengabdian. Zuhairi berdoa dengan mengenang jasa pengabdian Surindro yang wafat dalam tugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Megawati-saat-umrah-bersama-keluarga-di-Masjidil-Haram.jpg)