Sabtu, 11 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Witkoff Berharap Proposal Baru AS Bisa Dekatkan Zelenskyy dan Putin

Soal perdamaian Rusia-Ukraina, Utusan AS Steve Witkoff berharap proposal baru AS yang diajukan bisa dekatkan Zelenskyy dan Putin untuk akhiri perang.

Editor: Nuryanti
Foto: Kristina Kormilitsyna, MIA
WITKOFF TEMUI PUTIN - Foto diambil dari laman Kantor Presiden Rusia, Sabtu (26/4/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Utusan Khusus Presiden AS Steven Witkoff (kiri) dalam kunjungan Witkoff ke Kremlin pada Jumat (25/4/2025). -- Soal perdamaian Rusia-Ukraina, Utusan AS Steve Witkoff berharap proposal baru AS yang diajukan bisa dekatkan Zelenskyy dan Putin untuk akhiri perang. 

Ringkasan Berita:
  • Utusan AS Steve Witkoff berharap AS dapat mendekatkan Zelenskyy dan Putin untuk mendorong tercapainya kesepakatan yang akan mengakhiri perang.
  • AS berencana mengajukan sejumlah proposal kepada Rusia dan Ukraina dalam upaya mempersempit perbedaan dalam perundingan dan mendorong kesepakatan.
  • Witkoff berharap proposal itu dapat membawa kabar positif dalam tiga minggu ke depan.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.460 pada Minggu (22/2/2026).

Utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff, mengatakan ia mengharapkan "kabar baik" dalam waktu dekat terkait proses perdamaian antara Ukraina dan Rusia.

"Saya rasa di tingkat manajemen mereka kesulitan untuk menyelesaikan kesepakatan. Jared (Kushner) dan saya berharap kami akan mengajukan beberapa proposal kepada kedua belah pihak yang akan mendekatkan mereka dalam tiga minggu ke depan (...) Jadi semoga Anda segera mendengar kabar baik," kata Witkoff kepada Fox News.

Setelah itu, menurutnya, pertemuan puncak langsung antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin atau pertemuan trilateral antara mereka dan Donald Trump bahkan mungkin terjadi.

Witkoff menyebut perang ini tidak ada gunanya mengingat banyaknya korban jiwa dan percaya bahwa Ukraina dan Rusia sebenarnya tidak ingin berperang satu sama lain.

"Mereka memperdebatkan wilayah ini. Anda tahu, semua orang menggunakan kata 'martabat.' Tapi apa yang memberi Anda martabat jika ada begitu banyak pembunuhan?" katanya.

Utusan khusus itu mengingatkan bahwa ia dikritik karena telah bertemu dengan Putin sebanyak 8 kali. 

Namun, menurutnya, pertemuan-pertemuan tersebut relevan dan penting, dan Anda tidak dapat membuat kesepakatan dengan seseorang jika Anda tidak tahu seperti apa kepribadiannya.

"Kami memahami di mana mereka berada. Dan saya rasa Ukraina tidak membantah penilaian kami. Jadi saya pikir pertemuan-pertemuan ini penting, dan saya harap kita bisa menyelesaikan semuanya," tambah Steve Witkoff.

Sebelumnya, Pembicaraan trilateral antara Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia yang digelar pada 17–18 Februari di Jenewa, Swiss, membahas langkah-langkah untuk mengakhiri perang. 

Baca juga: Ukraina Klaim Rebut 300 Kilometer Persegi Wilayah dari Rusia, Zelensky: Kyiv Belum Kalah Perang

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa para pihak mencapai hasil konstruktif terkait mekanisme pemantauan gencatan senjata, dengan Amerika Serikat direncanakan menjadi pihak yang terlebih dahulu memantau jika perang benar-benar berakhir. 

Selain itu, kemungkinan pertukaran tawanan perang juga menjadi bagian dari agenda pembahasan.

Meski demikian, isu mengenai wilayah belum menghasilkan kesepakatan. 

Kepala delegasi Ukraina, Rustem Umerov, menyebut diskusi berlangsung intens dan substantif, mencakup parameter keamanan serta mekanisme pelaksanaan solusi yang mungkin disepakati. 

Sementara itu, utusan khusus Presiden AS Donald Trump, yakni Steve Witkoff, mengungkap adanya “kemajuan signifikan” dan menyatakan hasilnya akan dilaporkan kepada masing-masing pemimpin. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved