Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelenskyy Ungkap Firasat Buruk soal Dampak Perang Iran ke Ukraina
Presiden Ukraina Zelenskyy mengungkapkan firasat buruk soal perang AS dan Israel terhadap Iran yang berdampak buruk pada upaya perdamaian Ukraina.
Ringkasan Berita:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengaku memiliki “firasat buruk” bahwa konflik Iran dapat menghambat proses perdamaian Ukraina.
- Ia menilai ketegangan Timur Tengah memperlambat negosiasi dan mendesak Donald Trump serta Keir Starmer untuk bersatu.
- Zelenskyy menyebut pembicaraan damai terus tertunda karena perang di Iran, menyoroti fokus AS ke Timur Tengah yang berisiko mengganggu dukungan pertahanan bagi Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap dampak konflik yang melibatkan Iran terhadap upaya perdamaian di negaranya.
Dalam wawancara dengan BBC, ia mengaku memiliki “firasat yang sangat buruk” terkait perkembangan situasi tersebut.
Zelenskyy menilai meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu proses negosiasi damai Ukraina yang selama ini sudah berjalan lambat.
Ia juga menyoroti pentingnya persatuan di antara para pemimpin Barat dalam menghadapi situasi global yang semakin kompleks.
Dalam pernyataannya, Zelenskyy mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk bertemu dan menyamakan pandangan.
Ia menilai hubungan keduanya perlu diperbaiki, terutama setelah Trump beberapa kali melontarkan kritik terhadap Starmer.
"Saya sangat ingin Presiden Trump bertemu dengan Starmer... agar mereka memiliki posisi yang sama," kata Zelenskyy kepada BBC, Rabu (18/3/2026).
Zelenskyy menegaskan konflik yang meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini berkembang menjadi ketegangan diplomatik yang lebih luas.
Ia memperingatkan perpecahan di antara negara-negara Barat hanya akan memperburuk kondisi global, termasuk bagi Ukraina.
Selain itu, ia juga menyinggung pembicaraan perdamaian terkait Ukraina terus mengalami penundaan.
Baca juga: Ukraina Tuduh Drone Shahed Iran Jadi Digdaya karena Pakai Komponen Rusia
Menurutnya, situasi ini tidak lepas dari dampak konflik di Timur Tengah yang semakin memanas.
"Hanya ada satu alasan, perang di Iran," ujarnya.
Sebelumnya, Zelenskyy melakukan kunjungan kerja ke London pada Selasa, 17 Maret, di mana ia bertemu dengan Raja Charles III serta Perdana Menteri Keir Starmer.
Dalam kunjungan tersebut, Ukraina dan Inggris menandatangani deklarasi untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan.
Zelenskyy juga memperkenalkan teknologi pemantauan serangan udara dan aktivitas medan perang secara real-time, bahkan menyerahkan perangkat tersebut kepada Raja Charles sebagai simbol penguatan kerja sama bilateral.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKY-3456345erw.jpg)