Ramadan 2026
Israel Jual Kurma dengan Label Beda untuk Samarkan Negara Asal, Hindari Boikot: Jenis Medjool
Israel diduga memasarkan kurma dengan mengganti label, sebagai upaya menyamarkan dari negara asal.
Ringkasan Berita:
- Laporan pemantau konsumen di Eropa menuding kurma asal Israel dipasarkan dengan label berbeda.
- Hal ini untuk menyamarkan negara asal.
- Di tengah lonjakan pasar global dan seruan boikot, transparansi rantai pasok menjadi perdebatan serius di Uni Eropa.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah laporan dan organisasi pemantau konsumen di Eropa menuding kurma asal Israel dipasarkan dengan label berbeda guna menyamarkan negara asalnya.
Sehingga kurma Israel tersebut tetap dapat menembus pasar Uni Eropa di tengah meningkatnya seruan boikot dari sebagian konsumen Muslim.
Klaim ini muncul di tengah pesatnya pertumbuhan perdagangan kurma global serta kompleksitas rantai pasok internasional yang dinilai menyulitkan pelacakan asal produk dan transparansi pelabelan.
Diketahui nilai pasar kurma dunia pada 2025 tercatat mencapai 32,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan diproyeksikan naik menjadi 34,5 miliar dolar AS pada 2026.
Angka tersebut bahkan diperkirakan melonjak hingga 55,58 miliar dolar AS pada 2034.
Hingga saat ini kawasan Timur Tengah dan Afrika masih mendominasi produksi global dengan kontribusi lebih dari 85 persen pasar, mengutip Anadolu Agency, Selasa (24/6/2026).
Meski volume produksinya berada di bawah Mesir dan Arab Saudi, Israel disebut memainkan peran penting dalam perdagangan kurma premium.
Khususnya varietas Medjool yang bernilai tinggi di pasar internasional.
Namun, perbedaan antara angka produksi dan volume ekspor memunculkan pertanyaan soal keterlacakan pasokan.
Sejumlah laporan sektor, media, dan organisasi konsumen menyebut kurma yang diproduksi di Israel maupun di permukiman Israel di Tepi Barat diduga dipasarkan dengan cara menyembunyikan asalnya melalui negara ketiga atau jalur logistik tidak langsung.
Produk tersebut disebut dikirim ke Eropa setelah melalui proses pengemasan ulang di zona perdagangan bebas atau melalui negara perantara, sehingga label negara asal dapat berubah.
Pusat Distribusi: Belanda dan Prancis
Menurut data Bank Dunia, sekitar setengah kurma yang beredar di Belanda dan lebih dari sepertiga di Prancis disebut berasal dari Israel.
Kedua negara tersebut juga tercatat mengekspor kurma senilai sekitar 150 juta dolar AS pada 2024.
Belanda dan Prancis dinilai berperan sebagai pusat pengemasan dan distribusi ulang ke berbagai negara Uni Eropa lain, termasuk Jerman.
Baca juga: Gandeng Kurma Adzwa Farm, Kemendes Optimalkan Pengembangan Desa Domba
Di Jerman, pangsa kurma yang diduga memiliki keterkaitan dengan Israel diperkirakan mencapai sekitar 25 persen dari total pasokan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/boikot-israel-61123.jpg)