Iran Vs Amerika Memanas
Negosiasi Jenewa Buntu, Komandan Militer AS Gerak Cepat, Beri Trump Opsi Serangan ke Iran
Militer AS sodorkan opsi serangan ke Trump pasca negosiasi nuklir Jenewa buntu. Ketegangan AS–Iran kian memanas, dunia menanti langkah berikutnya.
Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly menegaskan bahwa berbagai spekulasi yang berkembang di media tidak mencerminkan keputusan akhir presiden. “Hanya Presiden Trump yang tahu apa yang mungkin atau tidak mungkin ia lakukan,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah analis politik menilai adanya wacana Israel melancarkan serangan pertama terhadap Iran bisa menjadi pertimbangan politik bagi Partai Republik di Kongres, terutama menjelang tahun pemilu.
Langkah tersebut dinilai dapat menjaga konsistensi narasi Trump yang sebelumnya berkampanye dengan janji mengakhiri perang, bukan memulainya.
Namun, risiko eskalasi tetap besar. Pejabat pertahanan memperkirakan bahwa jika Israel benar-benar melancarkan serangan, Iran hampir pasti akan melakukan balasan terhadap kepentingan Israel maupun Amerika Serikat di kawasan.
Dalam skenario itu, keterlibatan AS dapat dibingkai sebagai upaya membela sekutu strategisnya.
Kontributor ABC News, Ramesh Ponnuru, mengingatkan bahwa strategi semacam itu berpotensi menjadi bumerang.
Menurutnya, jika konflik berkembang menjadi operasi militer berkepanjangan dengan korban jiwa, maka risiko politik domestik bagi pemerintahan Trump akan meningkat secara signifikan.
(Tribunnews.com / Namira)