Iran Vs Amerika Memanas
Trump Tegaskan Serangan AS ke Iran Akan Terus Berlanjut, Terlepas Khamenei Tewas atau Tidak
AS menegaskan akan terus menyerang Iran kembali jika negara tersebut tetap melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya.
Ringkasan Berita:
- Donald Trump dan pejabat Israel mengklaim Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan, meski media Iran membantah dan menyebutnya masih memimpin di lapangan
- Trump menegaskan pengeboman terhadap fasilitas rudal dan angkatan laut Iran akan terus berlanjut tanpa henti guna menghentikan program nuklir Iran
- Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan tidak ada korban jiwa dari pihak Amerika dan hanya terdapat kerusakan minimal pada instalasi militer setelah 12 jam operasi berlangsung.
TRIBUNNEWS.COM -Â Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Sabtu (28/2/2026) menyambut baik serangan udara gabungan AS-Israel yang diklaimnya telah menewaskan pemimpin Iran.
Meski demikian, ia memperingatkan bahwa operasi militer tersebut akan terus berlanjut.
Serangan yang menurut Trump bertujuan untuk menghancurkan rudal-rudal Iran dan melumpuhkan angkatan lautnya itu, merupakan tindak lanjut dari peringatan berulang AS-Israel.
Kedua negara juga menegaskan akan terus menyerang Iran kembali jika negara tersebut tetap melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya.
Sebelumnya, Trump yang memantau operasi dari resor tepi laut Mar-a-Lago miliknya di Florida, mengunggah pernyataan pada Sabtu sore bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan tersebut.
"Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi bagi semua warga Amerika yang hebat," tulis Trump di unggahan media sosialnya.
Dikutip dari Reuters, klaim Trump tersebut juga dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior Israel yang sebelumnya mengatakan bahwa jenazah Khamenei telah ditemukan.
Pihak Iran sendiri hingga kini belum mengonfirmasi kabar kematian Khamenei tersebut.
Sementara itu, kantor berita Iran, Tasnim dan Mehr, melaporkan bahwa Khamenei tetap teguh dan kokoh dalam memimpin respons Iran di lapangan.Â
Baca juga: Trump Umumkan Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel
Operasi Militer Skala Besar
Sebelumnya pada hari Sabtu, Trump telah memperingatkan kemungkinan adanya korban dari pihak Amerika akibat operasi tempur utama di Iran.
Namun, hampir 12 jam setelah serangan pertama, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa mereka tidak menerima laporan mengenai korban dari pihak AS atau cedera terkait pertempuran.
"Kami memantau kerusakan pada instalasi AS sangat minim dan tidak memengaruhi operasi." ungkap pihak CENTCOM.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa serangan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari.
Melalui media sosial, Trump juga menyatakan bahwa pengeboman berat di Iran akan terus berlanjut.