Iran Vs Amerika Memanas
Pengamat: Serangan Iran Tak Menurun meski Ayatullah Ali Khamenei Tewas
Hasibullah Satrawi mengatakan bahwa kematian Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei merupakan berita yang mengejutkan.
Ringkasan Berita:
- Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS).
- Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi mengatakan bahwa hal itu merupakan berita yang mengejutkan.
- Meski begitu, Hasibullah menyatakan bahwa sistem yang terbangun di Iran sudah sangat kuat.
TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi mengatakan bahwa kematian Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei merupakan berita yang mengejutkan.
Pasalnya, Ayatullah Ali merupakan tokoh sentral, ujung piramida kepemimpinan di Iran, ternyata meninggal dunia dalam kurun waktu tidak sampai 24 jam sejak Israel-Amerika Serikat (AS) melakukan serangan.
"Ini menjadi hantaman, pukulan yang sangat besar bagi Iran dan bagi kelompok perlawanan. Karena walau bagaimanapun beliau adalah tokoh sentral," ucap Hasibullah dalam tayangan Breaking News di Kompas TV, Minggu (1/3/2026).
Meski begitu, Hasibullah menyatakan bahwa sistem yang terbangun di Iran sudah sangat kuat. Jadi, walaupun pemimpin tertingginya meninggal, pola kepemimpinan Iran belum tentu hancur.
Ia menyoroti bagaimana serangan Iran ke pangkalan Amerika tak menurun dalam beberapa jam terakhir ini meskipun Ayatullah sudah meninggal dunia.
"Ayatullah Ali Khamenei sudah meninggal, tapi ternyata intensitas serangan yang dilakukan Iran tidak menurun. Dan itu bisa dibuktikan dengan banyaknya serangan di negara-negara Arab Teluk yang menyasar pangkalan Amerika di situ."
"Bahkan di Tel Aviv (Kota di Israel) sendiri banyak yang porak-poranda akibat serangan balasan yang dilakukan oleh Iran," sambungnya.
Artinya, jelas Hasibullah, sistem di Iran sudah bisa merespons masa-masa kritis walaupun pemimpin tertingginya sudah meninggal dunia.
"Terbukti kemampuan serangan baliknya tidak menurun karena meninggalnya tokoh sentral seperti Ayatullah Ali Khamenei," ungkapnya.
Baca juga: Apa Itu Operasi Militer Epic Fury? Serangan AS-Israel yang Tewaskan Pemimpin Iran Ali Khamenei
Kematian Ayatullah Ali Khamenei
Diberitakan sebelumnya, pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Ayatullah Ali gugur dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.
Selain Ali Khamenei, serangan gabungan AS dan Israel juga turut menewaskan putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Berikut pernyataan Garda Revolusi Iran:
Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang Dan janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; sesungguhnya mereka hidup di sisi Tuhan mereka, mendapat rezeki. (Surat Ali ‘Imran Ayat 169)
Kami menyampaikan belasungkawa sekaligus ucapan selamat kepada kehadiran Imam Mahdi—semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau—kepada umat Islam, para otoritas agama besar dan ulama, serta bangsa Iran atas kesyahidan mulia seorang ulama ilahi, pemimpin para syuhada Revolusi Islam, tuan dari para syuhada yang menanti, dan wakil sah Imam Zaman—semoga Allah mempercepat kemunculannya—Imam Khamenei.
Semoga Allah memberkahinya, di bulan suci Ramadan. Allah Yang Maha Kuasa menerima jiwa besar yang berjuang ini, putra suci dari Sayyidah Fatimah—semoga damai atasnya—sebagaimana pemimpinnya, Panglima Orang Beriman Ali—semoga damai atasnya—di bulan Ramadan yang diberkahi, dan menganugerahkan kepadanya nikmat kesyahidan.
Kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan meratapinya, yang unik pada zamannya dalam kesucian jiwa, kekuatan iman, kebijaksanaan dalam urusan, keberanian menghadapi kaum arogan, dan jihad di jalan Allah.
Kesyahidan di tangan teroris paling jahat dan algojo kemanusiaan adalah tanda kebenaran pemimpin besar ini dan penerimaan atas pengabdian tulusnya.
Kesyahidan di jalan Islam dan Iran yang agung adalah tanda kemenangan dan semakin dekatnya tujuan; namun, dengan kesyahidan dan hijrah kepada Allah dari Imam Khamenei—semoga Allah memberkahinya—jalan dan teladannya tidak akan berhenti, melainkan akan terus berlanjut dengan kekuatan dan kemuliaan.
Kesyahidan ini akan membuat bangsa Iran semakin teguh untuk melanjutkan jalan bercahaya Imam Khamenei yang tercinta.
Tindakan kriminal dan teroris dari pemerintah jahat Amerika dan rezim Zionis adalah pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip agama, etika, hukum, dan adat; oleh karena itu, tangan balas dendam bangsa Iran untuk hukuman berat, tegas, dan penuh penyesalan terhadap para pembunuh Imam umat tidak akan meninggalkan mereka.
Korps Garda Revolusi Islam, Angkatan Bersenjata Republik Islam, dan Basij rakyat yang besar akan dengan penuh kekuatan melanjutkan jalan pemimpin mereka untuk membela warisan berharga dari pemimpin besar ini dan akan berdiri teguh menghadapi konspirasi internal maupun eksternal serta memberikan pelajaran hukuman bagi para agresor terhadap tanah air Islam.
(Tribunnews.com/Deni/Malvyandie)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.