Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

PBB Gelar Sidang Darurat setelah Israel Perluas Serangan ke Lebanon

Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat setelah Israel memperluas serangan ke Lebanon. Israel membenarkan serangannya atas ancaman keamanan.

Tayang:
UN/PBB
SIDANG DARURAT PBB - Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat setelah Israel memperluas serangan ke Lebanon pada Senin (1/6/2026). Israel membenarkan serangannya atas ancaman keamanan. Sementara negara lain mengutuk serangan tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat setelah Israel memperluas operasi militernya di Lebanon dan Hizbullah meningkatkan serangan ke wilayah Israel.
  • PBB menilai kedua pihak telah memperburuk situasi dan mengancam kesepakatan gencatan senjata.
  • Negara anggota PBB berbeda pandangan soal pihak yang paling bertanggung jawab, sementara semuanya menyerukan deeskalasi dan perlindungan warga sipil.
  • Sekutu Israel, Presiden AS Trump, mengklaim Israel dan Hizbullah telah sepakat menghentikan serangan.

TRIBUNNEWS.COM - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar sidang darurat atas permintaan Prancis pada Senin, 1 Juni 2026 malam, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan.

Pertemuan tersebut digelar setelah militer Israel memperluas operasi daratnya hingga ke wilayah yang lebih dalam di Lebanon, sementara Hizbullah meningkatkan serangan roket, rudal, dan drone ke berbagai wilayah Israel.

Kekhawatiran internasional semakin meningkat setelah pasukan Israel dilaporkan merebut Kastel Beaufort di dekat Nabatiyeh, sebuah lokasi strategis dan simbolis yang pernah menjadi basis militer Israel selama pendudukan Lebanon Selatan pada periode 1982–2000.

Di saat yang sama, serangan di dekat sebuah rumah sakit di Kota Tyre dilaporkan melukai sejumlah tenaga medis.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Operasi Perdamaian, Martha Ama Akyaa Pobee, mengatakan situasi di Lebanon saat ini "sangat mengkhawatirkan".

Menurutnya, pasukan Israel terus bergerak ke utara wilayah Lebanon, sementara Hizbullah memperluas jangkauan serangannya lebih jauh ke wilayah Israel.

Pobee menjelaskan bahwa Israel telah meningkatkan operasi militernya dengan bergerak ke utara Sungai Litani, memperluas serangan udara hingga ke Lembah Beqaa dan pinggiran Beirut, serta mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga sipil di sejumlah wilayah.

Sementara itu, Hizbullah terus melancarkan puluhan serangan menggunakan roket, rudal antitank, drone serat optik, hingga rudal permukaan-ke-udara terhadap target-target Israel.

Menurut PBB, perkembangan tersebut mengancam kesepakatan penghentian permusuhan yang diumumkan Amerika Serikat pada 16 April lalu dan berisiko menghancurkan upaya diplomasi yang sedang berlangsung.

Pobee juga menegaskan bahwa keberadaan pasukan Israel di utara Garis Biru (Blue Line) merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: Iran Tangguhkan Negosiasi dengan AS Gara-gara Israel Serang Lebanon, Apa Kata Trump?

Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa Hizbullah dan kelompok bersenjata non-negara lainnya harus melucuti senjata karena Angkatan Bersenjata Lebanon merupakan satu-satunya kekuatan militer yang sah di negara tersebut.

Israel: Kami Terpaksa Bertindak

Dalam sidang tersebut, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, membela operasi militer negaranya. Menurutnya, Israel tidak memiliki pilihan lain selain mengambil tindakan setelah Hizbullah kembali menyerang wilayah Israel pada 2 Maret.

Danon menuding Iran terus menggunakan Hizbullah sebagai kelompok proksi untuk menyerang Israel dari wilayah Lebanon. Ia mengatakan serangan Hizbullah dalam beberapa hari terakhir merupakan yang paling intens sejak gencatan senjata diberlakukan pada April lalu.

"Untuk warga Israel di wilayah utara, tidak pernah ada gencatan senjata yang sesungguhnya karena Hizbullah tidak pernah benar-benar berhenti menembakkan roket dan drone," ujarnya, dikutip dari laman UN.

Danon juga menyebut ribuan siswa Israel masih tidak dapat bersekolah akibat ancaman serangan yang terus berlangsung.

Lebanon: Israel Lakukan Kejahatan Perang

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved