Jumat, 1 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rekap Data Terkini Konflik Iran vs Israel + Amerika Serikat, Senin 2 Maret Pukul 11.00 WIB

PERANG TOTAL! Khamenei tewas, blokade Selat Hormuz picu krisis dunia. Cek rekap data kekuatan militer & korban terkini AS-Israel vs Iran.

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM - Dunia berada di ambang ketidakpastian besar setelah konflik antara blok Israel-Amerika Serikat melawan Iran pecah menjadi perang terbuka (Full-Scale War).

Full-Scale War adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perang dalam skala penuh, di mana seluruh kekuatan militer suatu negara dikerahkan secara maksimal melawan musuh.

Berbeda dengan konflik terbatas atau operasi militer kecil, perang skala penuh melibatkan mobilisasi besar-besaran dan penggunaan semua cabang angkatan bersenjata: darat, laut, udara, bahkan ruang siber.

Dalam konflik kontemporer, istilah full-scale war sering digunakan untuk menandai eskalasi besar, misalnya ketika dua blok negara (seperti AS–Israel vs Iran) mulai menggunakan seluruh kekuatan militer mereka, bukan sekadar operasi terbatas atau serangan balasan.

Hingga Senin (2/3/2026), situasi di kawasan Timur Tengah dilaporkan dalam kondisi kritis menyusul operasi udara besar-besaran yang mengubah peta geopolitik secara permanen.

1. Situasi Perang Terkini dan Pemicu Utama

Perang Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan militer besar oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan ini menghantam fasilitas militer dan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran merespons dengan tembakan rudal dan serangan drone ke pos-pos AS, Israel, dan sekutu di kawasan Teluk.

Konflik kini melibatkan banyak wilayah dan ancaman perluasan menjadi perang lebih luas di Timur Tengah

2.. Data Kekuatan Militer & Persenjataan yang Dikerahkan

Eskalasi ini melibatkan pengerahan teknologi militer paling canggih dari kedua belah pihak:

Sektor Blok Israel & Amerika Serikat Iran dan Poros Perlawanan
Personel

AS: 45.000 (Pangkalan Regional) + Korps Marinir.


Israel: 170.000 aktif + 400.000 cadangan.

Aktif: 610.000 personel (AD, AL, AU + IRGC).

Cadangan: 1.000.000+ (Mobilisasi Basij).

Udara F-35 Adir, F-22 Raptor, B-2 Spirit (Bunker Buster), Drone MQ-9 Reaper. Su-35, F-14 Tomcat (Modernisasi), Drone Kamikaze Shahed-136 & Shahed-238.
Laut USS Abraham Lincoln, USS George Washington, Kapal perusak Arleigh Burke, Kapal selam Dolphin-class. Korvet Shahid Soleimani, Kapal selam Ghadir, Ribuan Kapal Cepat (Fast Attack Craft).
Darat dan Rudal Tank Merkava Mk 4/5, M1A2 Abrams. Rudal Tomahawk, Jericho-3, & Pertahanan Iron Dome. Tank Karrar, T-72S. Rudal Hipersonik Fattah, Kheibar Shekan, & Bavar-373.

Baca juga: Perang AS–Israel vs Iran Lumpuhkan Penerbangan Global, Jemaah Umrah Masih Tertahan di Saudi

3. Data Korban dan Kerusakan Fisik

Hingga Senin pukul 11:00 WIB, jumlah korban jiwa terus bertambah dengan estimasi sebagai berikut:

  • Pihak Iran: Lebih dari 250 orang tewas dan 1.000+ luka-luka.

    Tokoh kunci yang dinyatakan gugur selain Ayatollah Khamenei adalah Jenderal Abdulrahim Mousavi (Panglima Militer) dan Brigjen Mohammad Pakpour (Komandan AD IRGC).

    Tragedi kemanusiaan dilaporkan terjadi di Minab, di mana 108–148 siswi tewas akibat serangan udara yang mengenai area pendidikan.

  • Pihak Israel & AS: Sekitar 15 warga sipil Israel tewas akibat hantaman rudal di Tel Aviv dan Ashdod.

    Pentagon mengonfirmasi 3 tentara AS tewas di pangkalan regional (dugaan di Al-Udeid, Qatar).

Kerusakan Fasilitas:

  • Teheran: Kompleks Kediaman Pemimpin Tertinggi hancur total, lebih dari 45 gedung pemerintah rata dengan tanah.
  • Fasilitas Nuklir: Situs pengayaan Natanz dan Isfahan mengalami kerusakan struktural berat.
  • Regional: Sistem radar di pangkalan AS (Bahrain & Qatar) mengalami gangguan, serta kerusakan minor pada infrastruktur di Abu Dhabi (UEA).

4. Geografi Sasaran Tembak

  • Target Utama di Iran: Teheran (Pusat Komando), Isfahan (Fasilitas Nuklir), Bushehr (Pelabuhan Energi), dan Tabriz (Pangkalan Udara).
  • Target Balasan Iran: Tel Aviv (Area Hakirya), Pangkalan Udara Nevatim di Negev, serta pangkalan-pangkalan AS di sepanjang Teluk Persia.

5. Peta Aliansi dan Dukungan Internasional

Dunia terbelah menjadi dua kutub utama dalam konflik ini:

  1. Blok Pro-Israel & AS:

    (*) Inggris: Aktif dalam dukungan udara dan pengintaian.

    (*) Prancis & Jerman: Memberikan dukungan logistik dan diplomatik.

    (*) Yordania: Membantu intersepsi rudal yang melintasi ruang udaranya.

    (*) UEA & Bahrain: Meskipun menyerukan perdamaian, pangkalan militer di wilayah mereka digunakan secara aktif oleh pasukan AS.

  2. Blok Pro-Iran (Poros Perlawanan):

    (*) Rusia & China: Mengecam serangan sebagai pelanggaran kedaulatan; Rusia dilaporkan memberikan bantuan intelijen satelit.

    (*) Hizbullah (Lebanon): Melakukan serangan roket masif ke wilayah Utara Israel.

    (*) Houthi (Yaman): Menargetkan kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah dan meluncurkan rudal ke Eilat.

    (*) Milisi Irak & Suriah: Menyerang pangkalan-pangkalan logistik AS di perbatasan.

6. Dampak Global Saat Ini

  • Penutupan Selat Hormuz oleh angkatan laut Iran telah menyebabkan kepanikan pasar global. Harga minyak dunia melonjak drastis, memicu kekhawatiran krisis energi di Asia dan Eropa.
  • Jam malam diberlakukan di Teheran, sementara sistem komunikasi internet di beberapa wilayah Iran dilaporkan mengalami pemutusan (blackout).

Laporan ini disusun berdasarkan data intelijen media dan laporan lapangan hingga 2 Maret 2026 pukul 11.OO WIB. Situasi dapat berubah sewaktu-waktu.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved