Kamis, 23 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Ancam Hancurkan Starlink Elon Musk, Konflik Meluas Jadi Perang Teknologi

Iran ancam Starlink Elon Musk dan 18 raksasa teknologi AS! Konflik Timur Tengah memanas, perang kini bergeser ke ranah teknologi global digital.

Ringkasan Berita:
  • Iran menyebut Starlink milik Elon Musk sebagai target sah karena dianggap alat perang informasi yang dapat melemahkan kontrol internet dan stabilitas nasional di tengah konflik Timur Tengah.
  • IRGC memasukkan 18 perusahaan teknologi AS seperti Google, Apple, dan Tesla ke daftar target sebagai balasan atas konflik dengan AS–Israel
  • Iran juga mengeluarkan peringatan evakuasi pekerja di fasilitas terkait, menandai eskalasi konflik yang meluas ke ranah teknologi dan infrastruktur global.

 

TRIBUNNEWS.COM - Iran bersiap menargetkan serangan ke sistem internet satelit Starlink milik miliarder AS Elon Musk di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

Otoritas Iran menilai Starlink bukan sekadar layanan internet global, melainkan bagian dari infrastruktur teknologi yang memiliki potensi digunakan dalam konflik modern, khususnya dalam aspek komunikasi dan perang informasi.

Ini karena Starlink dapat dimanfaatkan untuk membuka akses komunikasi di wilayah yang dibatasi atau mengalami pemutusan internet.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi melemahkan kontrol informasi negara, terutama di tengah situasi politik dan keamanan yang sensitif.

Dalam pandangan Teheran, layanan internet berbasis satelit tersebut dapat membantu penyebaran informasi dari dalam negeri ke luar negeri tanpa melalui pengawasan pemerintah, sehingga dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas nasional.

Selain itu, Iran juga menyoroti kemungkinan penggunaan Starlink dalam mendukung komunikasi pihak-pihak tertentu, termasuk kelompok oposisi maupun jaringan yang dianggap berseberangan dengan pemerintah.

Teknologi satelit dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk koordinasi jarak jauh dan pengumpulan informasi strategis di wilayah konflik.

Oleh karena itu Starlink milik Elon Musk kini dianggap sebagai “target sah” dalam eskalasi konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

Mengutip dari Middle East monitor pemerintah Iran bahkan turut diketahui membatasi penggunaan layanan Starlink di dalam negeri. Setiap aktivitas yang melanggar aturan tersebut dapat dikenakan sanksi berat, termasuk hukuman penjara.

Iran Targetkan 18 Perusahaan Teknologi Raksasa AS

Lebih lanjut, selain menargetkan Starlink Garda Revolusi Iran (IRGC) turut mengeluarkan peringatan keras yang menyasar sejumlah perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang beredar, IRGC menyebut sedikitnya 18 perusahaan teknologi dan industri strategis AS telah masuk dalam daftar target potensial.

Baca juga: Iran Ancam Serang Perusahaan AS, dari Microsoft hingga Boeing, Karyawan Diminta Tinggalkan Kantor

Nama-nama besar seperti Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, hingga Boeing turut disebut dalam daftar tersebut.

IRGC menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk balasan atas serangan yang diklaim menewaskan sejumlah tokoh Iran dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. 

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa fasilitas atau infrastruktur yang terkait dengan perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjadi sasaran mulai waktu tertentu yang ditetapkan di Teheran, sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab dalam konflik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved