Iran Vs Amerika Memanas
Trump dan Iran Sama-sama Ngotot, IDF Buka Opsi Invasi Darat
Hingga kini belum ada tanda-tanda perang antara AS-Israel kontra Iran mereda. Bahkan semakin mengganas.
Ringkasan Berita:
- Angkatan Bersenjata Iran merilis peringatan keras bahwa sirine peringatan misil di wilayah pendudukan Israel tidak akan berhenti
- Iran siap hadapi perang jangka panjang dengan AS dan Israel
- Sementara AS menggempur dari udara dan laut, Israel melalui IDF memberikan sinyal kuat akan melakukan invasi darat.
TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi setelah Iran meluncurkan Operasi True Promise 4 sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dan militer Israel (IDF) menyatakan kesiapan penuh untuk meladeni perang jangka panjang, bahkan tidak menutup kemungkinan diterjunkannya pasukan darat.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran merilis peringatan keras bahwa sirine peringatan misil di wilayah pendudukan Israel tidak akan berhenti.
Juru bicara militer Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa fase kesepuluh dari operasi ini telah menghantam markas besar rezim di Tel Aviv, Haifa, dan Yerusalem Timur menggunakan misil Kheybar.
Tak hanya menyasar Israel, Iran mengklaim telah menyerang aset militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Iran mengklaim rudalnya menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln hingga dipaksa menjauh ke Samudra Hindia.
Baca juga: Rencana Trump Bisa Gagal Total di Iran Meski Khamenei Dilenyapkan
Serangan Iran dilaporkan melumpuhkan Pangkalan Ali al-Salem di Kuwait dan merusak pangkalan angkatan laut AS di Pelabuhan Salman, Bahrain.
Teheran mengklaim setidaknya 560 tentara Amerika tewas dan terluka dalam serangan balasan ini. Klaim tersebut berbeda dengan laporan Pusat Komando AS, CENTCOM, yang menyebut empat prajurit tewas.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, mengatakan Iran siap untuk mempertahankan konflik jangka panjang.
“Tidak seperti Amerika Serikat, Iran telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang,” kata Larijani dikutip PressTV.
Ia menegaskan Iran tidak memulai perang ini, namun angkatan bersenjata Iran sejauh ini hanya bertindak untuk membela diri.
"Iran dengan gigih membela diri, tanpa mempedulikan biaya apa pun dan berjanji bahwa musuh akan menyesali kesalahan perhitungan mereka," serunya.
Sementara itu, Presiden Donald Trump, dikutip CBS News, menyatakan militer AS siap bertempur dalam jangka waktu yang jauh lebih lama dan tidak menutup kemungkinan pengiriman pasukan darat jika diperlukan.
Tujuan utama Trump, yakni menghancurkan kapabilitas misil Iran, memusnahkan angkatan lautnya, mencegah kepemilikan senjata nuklir, dan memutus aliran dukungan kepada kelompok proksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lokasi-serangan-rudal-Iran-yang-menyasar-kota-Israel.jpg)