Iran Vs Amerika Memanas
Ledakan di Langit Doha Qatar, UEA Hadapi Serangan Rudal dari Iran
Beberapa ledakan terdengar di langit di atas Doha pada Senin (2/3/2026) tengah malam waktu setempat.
Ringkasan Berita:
- Beberapa ledakan terdengar di langit di atas Doha pada Senin (2/3/2026) tengah malam waktu setempat.
- Angkatan udara Qatar juga menembak jatuh dua jet Iran yang menuju ke negara tersebut.
- Sementara Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan sedang berupaya mencegat serangan rudal besar yang diluncurkan oleh Iran.
TRIBUNNEWS.COM, DOHA - Koresponden Aljazeera melaporkan mendengar beberapa ledakan di langit di atas Doha pada Senin (2/3/2026) tengah malam waktu setempat.
Sebelumnya, Qatar, dalam surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), merinci bagaimana militernya telah mencegat puluhan rudal balistik dan beberapa drone dari Iran sejak AS dan Israel melancarkan serangan mereka terhadap Iran Sabtu lalu.
Baca juga: Iran Bantah Serang Kilang Minyak Arab Saudi, Israel Pelakunya
Dilansir laman Aljazeera, pada hari Senin, angkatan udara Qatar juga menembak jatuh dua jet Iran yang menuju ke negara tersebut.
Sebelumnya rudal balistik Iran yang ditembakkan pasukan Garda Revolusi Iran berhasil menghancurkan fasilitas radar paling canggih milik Amerika Serikat, FP132 senilai 1,1 miliar dolar AS yang ditempatkan di Qatar, Sabtu (28/2/2026) malam.
Demikian informasi yang dibagikan Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) ke media dan juga dikutip luas di media sosial.
Radar canggih AS tersebut adalah Radar FP132 yang diklaim AS memiliki jangkauan deteksi terhadap ancaman datangnya serangan sejak dari jarak 5.000 kilometer.
Amerika Serikat menempatkan Radar FP132 di Qatar dilengkapi dengan peralatan pelacak rudal balistik.
Hancurnya radar ini membuat militer AS melemah dalam kemampuan deteksi terhadap rudal-rudal balistik yang ditembakkan Iran ke berbagai sasaran.
Dikutip dari kantor berita Rusia, RIA Novosti, Iran mengklaim telah menghancurkan radar FP132 Amerika di Qatar, yang digunakan untuk mendeteksi rudal balistik.
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran pada hari Sabtu, setelah itu Teheran mengumumkan tindakan balasan.
Menurut media Iran dan Amerika, serangan balasan pasukan Iran menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah.
"Radar FP132 Amerika, dengan jangkauan 5.000 kilometer, yang terletak di Qatar, digunakan untuk melacak rudal balistik, telah dihancurkan," demikian penyataan Radio Negara Iran mengutip pernyataan yang disampaikan IRGC.
Al Mayadeen, sebuah saluran media Arab independen, melaporkan bahwa radar peringatan dini AN/FPS-132 adalah komponen kunci dari infrastruktur pertahanan rudal AS.