Iran Vs Amerika Memanas
Anggota DPR Minta Ribuan Jemaah Umrah RI yang Tertahan di Arab Saudi Tetap Tenang
Ribuan jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi diminta tenang dan sabar hadapi potensi keterlambatan jadwal kepulangan ke Tanah Air.
Ringkasan Berita:
- Ribuan jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi diminta tenang dan sabar hadapi potensi keterlambatan jadwal kepulangan ke Tanah Air.
- Kondisi ini menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.
- Ketegangan meningkat pascaserangan Israel yang didukung Amerika Serikat ke Iran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Golkar, Aprozi Alam, meminta ribuan jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi tetap tenang dan bersabar menghadapi potensi keterlambatan jadwal kepulangan ke Tanah Air, menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.
Diketahui, ketegangan meningkat pascaserangan Israel yang didukung Amerika Serikat ke Iran.
Situasi tersebut memicu serangan balasan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa titik, termasuk di Riyadh, Arab Saudi.
“Kami mengimbau kepada jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, baik itu di Madinah maupun Mekkah, agar kiranya dapat bersabar, seandainya ada keterlambatan kepulangan para calon jemaah disebabkan oleh eskalasi perang di Timur Tengah," kata Aprozi kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Aprozi mengingatkan para jemaah untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan biro perjalanan atau travel penyelenggara.
Selain itu, jemaah diminta mematuhi segala arahan resmi dari Duta Besar RI serta perwakilan kementerian terkait yang berada di Arab Saudi.
"Kita yakini bahwa pemerintah Republik Indonesia tentu akan melakukan yang terbaik. Melakukan koordinasi tentang bagaimana teknis pemulangan warga Indonesia yang ada di Arab Saudi atau yang sedang melaksanakan ibadah umrah,” tuturnya.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Tewas, Komnas Haji Desak Pemerintah RI Jamin Nyawa 58 Ribu Jemaah Umrah
Di sisi lain, Aprozi juga mengimbau masyarakat yang belum berangkat umrah agar menunda keberangkatan hingga situasi keamanan di Timur Tengah kembali kondusif.
Ia menilai jalur penerbangan menuju Arab Saudi berpotensi terdampak konflik, terutama jika harus melintasi wilayah udara negara yang sedang bersitegang.
Aprozi juga menekankan kepada biro travel penyelenggara umrah untuk memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah yang tertahan.
Ia meminta pihak travel menjamin fasilitas penginapan dan konsumsi agar jemaah tidak merasa telantar.
Kepada keluarga jemaah di Tanah Air, Aprozi meminta agar tidak panik dan mempercayakan penanganan situasi kepada pemerintah.
"Yakin saja bersabar pemerintah Indonesia pasti akan mengambil langkah-langkah yang lebih bijak melalui Kementerian Haji dan Umrah, TNI, Polri, untuk mengambilkan langkah-langkah strategis, jalur mana yang tidak membahayakan untuk melakukan pemulangan jemaah ke Tanah Air," imbuhnya.