Ambisi Netanyahu Jika Iran Takluk, Bentuk Israel Raya Caplok Gaza, Jordania, Mesir hingga Arab Saudi
Visi Israel Raya akan mencaplok seluruh wilayah Palestina, Yordania, Lebanon, dan sebagian wilayah Suriah, Arab Saudi, Irak, Turki dan Mesir.
Ringkasan Berita:
- Tahun lalu PM Israel Benjamin Netanyahu sempat memaparkan ambisinya membentuk negara Israel Raya.
- Israel Raya akan mencaplok seluruh wilayah Palestina, Yordania, Lebanon, dan sebagian wilayah Suriah, Arab Saudi, Irak, Turki dan Mesir.
- Netanyahu kemudian memperlihatkan sebuah peta yang digambarkan sebagai "Tanah yang Dijanjikan".
TRIBUNNEWS.COM, ISRAEL - Tahun 2025 lalu, sejumlah negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar berang dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin memperluas wilayahnya dengan membentuk 'Israel Raya'.
Visi Israel Raya akan mencaplok seluruh wilayah Palestina, Yordania, Lebanon, dan sebagian wilayah Suriah, Arab Saudi, Irak, Turki dan Mesir.
Netanyahu menyampaikan ambisinya itu dalam saluran Israel i24 yang dilaporkan The Times of Israel pada Selasa (12/8/2025).
Netanyahu kemudian memperlihatkan sebuah peta yang digambarkan sebagai "Tanah yang Dijanjikan".
Jika Iran Takluk, Israel Akan Perluas Invasi Militer di Timur Tengah
Mantan Ketua Komisi I (Hubungan Luar Negeri) DPR RI, Mahfuz Sidik, mengatakan jika perang Iran Vs Israel-AS meluas dan berkepanjangan akan berdampak besar terhadap banyak hal.
Apalagi jika kekuatan militer Iran berhasil dihancurkan, maka Israel akan menjadi satu-satunya kekuatan militer dominan di kawasan tersebut.
Mahfuz menyoroti sikap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu yang secara terbuka menafikan konsep solusi dua negara dan terus menyuarakan ambisi Zionis mewujudkan 'Israel Raya'.
"Kehancuran Iran sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel akan memuluskan ambisi Israel Raya. Artinya wilayah negara Libanon, Suriah, Irak, Jordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan pihak Israel," ujar Mahfuz Sidik hari ini, Selasa *(3/3/2026).
Apa Itu Visi Israel Raya?
Frasa Israel Raya digunakan setelah Perang Enam Hari pada bulan Juni 1967 untuk merujuk pada Israel, wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Jalur Gaza, sebagian Yordania dan Semenanjung Sinai di Mesir, Dataran Tinggi Golan di Suriah, dan sebagian Lebanon, Irak, dan Arab Saudi.
Tahun lalu akun resmi Kementerian Luar Negeri Israel di salah satu platform daring mempublikasikan sebuah peta yang memalsukan sejarah Israel dengan mengklaim asal-usulnya dari ribuan tahun silam.
Peta tersebut selaras dengan klaim berulang Israel mengenai adanya “kerajaan Yahudi” yang mencakup bagian wilayah Palestina yang diduduki, Yordania, Lebanon, Suriah, hingga Mesir.
Negara-negara Arab seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Palestina, dan Arab Saudi bereaksi keras terhadap publikasi peta itu, menilainya sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional sekaligus upaya ekspansi.
Insiden ini mengingatkan pada Maret 2023, ketika Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, tampil di Paris dengan peta “Israel Raya” yang memasukkan Yordania ke dalam wilayah Israel.
Selama beberapa dekade, Israel telah menduduki sejumlah wilayah di Palestina, Suriah, dan Lebanon, dan terus menolak untuk mundur dari wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, Israel juga menolak pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sesuai garis perbatasan sebelum tahun 1967.
Israel kini 'hampir pasti' menguasai Gaza Palestina.
Israel dibantu Amerika Serikat (AS) kini menyerang Iran yang dikenal sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer di Timur Tengah.
Jika Iran takluk di tangan Israel maka negara mana selanjutnya di Timur Tengah yang akan diinvasi Israel?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Perdana-Menteri-Negara-Israel-3453534.jpg)