Sabtu, 2 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Israel Serang Lebanon saat Gencatan Senjata, 12 Orang Tewas dan Hezbollah Balas Serangan

Serangan Israel di Lebanon selatan terus berlanjut meski gencatan senjata, 12 orang tewas termasuk anak dan warga sipil.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon selatan meski gencatan senjata masih berlaku.
  • Korban termasuk warga sipil, sementara permukiman dan fasilitas umum hancur.
  • Konflik memanas dengan serangan balasan Hezbollah dan sorotan dunia internasional.

TRIBUNNEWS.COM - Sedikitnya 12 orang tewas, termasuk seorang anak, dalam serangan terbaru Israel di Lebanon selatan pada Sabtu (2/5/2026) meski gencatan senjata masih berlaku.

Serangan udara menghantam wilayah Habboush di distrik Nabatieh dan menewaskan sedikitnya delapan orang serta melukai sejumlah lainnya.

Al Jazeera melaporkan, tim Pertahanan Sipil Lebanon menyisir puing-puing setelah serangan besar yang menghancurkan kawasan permukiman.

Rekaman dari lokasi menunjukkan bangunan runtuh dan kerusakan luas di area terdampak.

Serangan serupa juga dilaporkan terjadi di setidaknya enam lokasi lain di Lebanon selatan pada hari yang sama.

Empat orang lainnya tewas dalam serangan terpisah di dekat Tyre dan Nabatieh, menurut laporan media pemerintah Lebanon.

BBC News melaporkan korban tewas termasuk warga sipil, di tengah berlanjutnya operasi militer Israel yang diklaim menargetkan kelompok Hizbullah.

Militer Israel sebelumnya mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga di Habboush sebelum serangan dilakukan.

Baca juga: UEA Larang Warganya ke Iran, Lebanon, dan Irak, Minta yang Masih di Sana Segera Pulang

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee meminta warga menjauh setidaknya satu kilometer dari lokasi.

Namun, laporan menyebut serangan juga terjadi tanpa peringatan di beberapa wilayah lain.

Selain korban jiwa, serangan turut menghancurkan rumah, sekolah, dan fasilitas keagamaan di Lebanon selatan.

Kekerasan terjadi meski gencatan senjata yang dimediasi AS telah diberlakukan sejak pertengahan April.

Data Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan lebih dari 2.600 orang tewas sejak konflik meningkat pada awal Maret.

RTE News melaporkan jumlah korban terus bertambah seiring berlanjutnya serangan di berbagai wilayah.

Situasi ini menandai rapuhnya gencatan senjata, dengan kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved