Iran Vs Amerika Memanas
Meski Ukraina Dilanda Perang dengan Rusia, Zelensky Dukung AS Serang Iran, Apa Dampaknya?
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menjadi pemimpin dunia pertama yang mendukung serangan AS ke Iran. Apa dampaknya?
Ringkasan Berita:
- Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menjadi pemimpin dunia pertama yang menyatakan dukungan terhadap serangan AS dan Israel ke Iran.
- Analis politik menilai, bagi Ukraina, langkah tersebut merupakan pilihan logis.
- Sebab, Iran merupakan sekutu Kremlin yang telah mendukung agresi Rusia terhadap Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membuat langkah diplomatik berani dengan memberikan dukungan penuh atas operasi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Analis politik menilai, bagi Ukraina, langkah tersebut merupakan pilihan logis.
Sebab, Iran merupakan sekutu Kremlin yang telah mendukung agresi Rusia terhadap Ukraina.
Bahkan, Iran juga memasok persenjataan berupa drone ke Rusia.
Tak hanya itu, Zelensky juga berusaha untuk mengambil hati Presiden AS, Donald Trump.
"Kami mendukung Amerika Serikat dalam operasi ini untuk menunjukkan sikap kemitraan kami terhadap AS, dan untuk memanfaatkan kontradiksi objektif yang muncul antara AS dan Rusia," kata analis politik Volodymyr Fesenko kepada Kyiv Independent.
"Rusia adalah sekutu Iran, dan kami menunjukkan bahwa kami berada di pihak Amerika Serikat," jelasnya.
Meski begitu, strategi yang dilakukan Zelensky ini masih belum jelas apakah berhasil atau tidak.
Permusuhan Trump terhadap sekutu Rusia seperti Iran dan Venezuela belum memengaruhi hubungannya dengan Kremlin.
Terlebih lagi, Trump enggan memprovokasi Moskow dan mengambil sikap yang lebih pro-Ukraina dalam perundingan perdamaian.
Pedang Bermata Dua bagi Ukraina
Baca juga: Pakar Ungkap Potensi Negara-negara Timur Tengah Ikut Memerangi Iran
Sementara itu, perang di Iran dapat berdampak negatif pada Ukraina dengan mengalihkan perhatian Washington dan menguras sumber dayanya.
Hal ini dapat menghentikan penjualan senjata AS ke Kyiv.
"Jika rezim Islamis tidak digulingkan — dan peluangnya saat ini tidak tinggi — kita akan menghadapi konflik berkepanjangan, yang akan mengalihkan sumber daya dari Ukraina," kata Ryhor Nizhnikau, seorang ahli Rusia di Institut Urusan Internasional Finlandia, kepada Kyiv Independent.
"Semakin lama perang berlangsung dan semakin besar ketidakstabilan regional yang ditimbulkannya, semakin buruk dampaknya bagi Ukraina," jelasnya lagi.
Selain itu, Iran yang terdesak dikhawatirkan akan semakin mempererat kerja sama militernya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin sebagai bentuk pertahanan bersama.
Kini, dunia menunggu apakah strategi "cari muka" Zelensky ini akan membuahkan hasil berupa komitmen keamanan baru dari Trump, atau justru membuat Ukraina semakin terpinggirkan di tengah bara api Timur Tengah yang kian berkobar.
Rusia Jalin Komunikasi dengan Iran
Pasca meletusnya perang di Iran, Rusia menyatakan bahwa mereka tetap melakukan komunikasi dengan Teheran.
"Kami terus menjalin kontak dengan pimpinan Iran dan sedang membahas situasi seputar negara tersebut," kata juru bicara utama Putin, Dmitry Peskov, Senin (2/3/2026), dikutip dari The Moscow Times.
Sehari sebelumnya, Putin menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas apa yang disebutnya sebagai "pembunuhan sinis" terhadap Khamenei.
Peskov mengatakan Kremlin terus menjalin komunikasi dengan para pemimpin regional di tengah konflik yang meletus sejak Sabtu itu.
Baca juga: Tak Main-main, Perang di Iran Meluas Hampir ke Eropa, Belasan Negara Terdampak
Juru bicara tersebut menyatakan “kekecewaan mendalam” bahwa negosiasi yang dimediasi oleh Oman dengan pejabat AS dan Iran sekali lagi “memburuk hingga ke titik agresi terang-terangan”, meskipun ada laporan mengenai kemajuan yang telah dicapai antara kedua negara.
Peskov menambahkan bahwa Rusia sedang menganalisis situasi dan menarik kesimpulan sendiri setelah Washington memilih untuk meluncurkan serangan.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.