Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Harga Minyak Brent Meroket di Atas 103 Dolar Per Barel Gara-gara Perintah Blokade Selat Hormuz

Pasar mereaksi negatif perintah Presiden AS Donald Trump kepada militernya agar memblokade Selat Hormuz.

Editor: Choirul Arifin
Bruegel.org
HARGA MINYAK MEROKET LAGI - Kapal tanker pengangkut minyak mentah Rusia. Harga minyak mentah Brent global naik 8,5 persen menjadi 102,37 dolar AS, sementara West Texas Intermediate naik 9 persen menjadi 105,34 dolar per barel pada perdagangan Senin, 13 April 2026. Pasar mereaksi negatif perintah Presiden Donald Trump ke militernya agar memblokade Selat Hormuz pasca gagalnya perundingan dengan Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Pasar mereaksi negatif perintah Presiden AS Donald Trump kepada militernya agar memblokade Selat Hormuz.
  • Indeks saham utama di Asia merosot pada perdagangan pagi hari Senin ini. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,8 persen, sementara indeks Kospi Korea Selatan turun 1,8 persen.
  • Harga minyak mentah Brent global naik 8,5 persen menjadi 102,37 dolar AS, sementara West Texas Intermediate naik 9 persen menjadi 105,34 dolar per barel.

TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak mentah Brent di pasar internasional hari ini melonjak hingga 8,6 persen menjadi di atas 103 dolar AS per barel sebagai reaksi pasar atas perintah Presiden Donald Trump agar militer AS memblokade Selat Hormuz, Senin, 13 April 2026.

Bloomberg mengabarkan. perintah blokade Trump juga menyebabkan harga gas berjangka di pasar Eropa juga melonjak hampir 18 persen hari ini.

Harga minyak di Asia juga kembali naik di atas 100 dolr per barel seiring dibukanya kembali pasar energi di Asia pada hari Senin ini setelah pembicaraan antara AS dan Iran berakhir tanpa kesepakatan baru dan Presiden Donald Trump mengatakan akan memblokade pelabuhan Iran.

Menurut BBC, harga minyak mentah Brent global naik 8,5 persen menjadi 102,37 dolar AS, sementara West Texas Intermediate naik 9 persen menjadi 105,34 dolar per barel.

Kegagalan negosiasi pada akhir pekan telah menimbulkan kekhawatiran bahwa krisis energi global akan semakin dalam.

Harga minyak anjlok jauh di bawah 100 dolar AS pada Rabu lalu setelah Washington dan Teheran menyetujui kesepakatan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu yang mencakup pembukaan jalur perdagangan utama Selat Hormuz.

Selat tersebut, yang dilalui seperlima pengiriman energi dunia, telah menjadi titik konflik utama perang Iran setelah Teheran membalas serangan AS-Israel dengan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mencoba menggunakannya.

Baca juga: Blokade Selat Hormuz oleh Trump Perparah Krisis Ekonomi Sekutu AS di Asia

Pengiriman barang sebagian besar terhenti sejak konflik dimulai pada 28 Februari, meskipun beberapa negara seperti India dan Malaysia telah menegosiasikan jalur aman bagi kapal mereka.

Gangguan ini menyebabkan harga energi melonjak di seluruh dunia.

Indeks saham utama di Asia merosot pada perdagangan pagi hari Senin ini. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,8%, sementara indeks Kospi Korea Selatan turun 1,8 persen.

Negara-negara di Asia sangat terpukul oleh dampak perang Iran karena mereka sangat bergantung pada minyak dari Timur Tengah.

Baca juga: Kapal Perang AS Menyamar Jadi Kapal Oman Agar Bisa Masuk Selat Hormuz, Dikunci Rudal Iran dan Diusir

Kontrak berjangka saham AS juga mengindikasikan pembukaan yang lebih rendah untuk saham Wall Street.

Kontrak berjangka saham adalah kesepakatan antara investor untuk membeli atau menjual aset pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah ditetapkan dan dapat menunjukkan arah pasar.

Harga energi dan pasar keuangan di seluruh dunia telah mengalami fluktuasi besar dalam beberapa minggu terakhir karena investor bereaksi terhadap perkembangan konflik.

Minyak mentah Brent merosot menjadi sekitar $90 per barel pada 8 April setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved