Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pangkalan Udara Australia di UEA Diserang Drone Iran, Menteri Pastikan Personel Aman

Insiden ini menandai contoh lain dari pasukan Australia yang jadi sasaran serangan di daerah tersebut. Kemudian tahun 2019 roket hantam pangkalan Irak

Editor: willy Widianto
mna/tangkap layar
DRONE IRAN - Drone-drone Iran yang dilibatkan dalam latihan militer besar-besaran negara tersebut. (MNA) 
Ringkasan Berita:
  • Selain serangan terhadap Al Minhad, serangan balasan Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan di tempat lain di Dubai.
  • Ledakan juga dilaporkan terjadi di Palm Jumeirah, pulau buatan yang dikembangkan di emirat tersebut.
  • Sekitar 115.000 warga Australia saat ini berada di wilayah Timur Tengah yang lebih luas

 

 

TRIBUNNEWS.COM, DUBAI - Australia menyatakan pangkalan udaranya di Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sasaran drone Iran pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Timur Tengah Membara, 7.500 Jemaah Umrah Indonesia Berhasil Pulang Selamat dari Zona Konflik

Menteri Pertahanan Richard Marles mengkonfirmasi serangan tersebut, mengatakan drone menyerang pangkalan Al Minhad pada malam pertama eskalasi, tetapi menyatakan bahwa semua personel Australia "aman dan terdata".

Australia telah beroperasi dari Al Minhad sejak tahun 2003, dengan sekitar 100 anggota ADF saat ini ditempatkan di beberapa negara Timur Tengah. Meskipun tidak semuanya berbasis di Al Minhad, sebagian besar beroperasi dari dalam Uni Emirat Arab (UEA)

Fasilitas tersebut, yang terletak sekitar 30 km di selatan Dubai dihantam pada malam pertama terjadinya serangan atau Sabtu(28/2/2026).

Insiden ini menandai contoh lain dari pasukan Australia yang menjadi sasaran serangan di wilayah tersebut. Pada tahun 2019, roket menghantam pangkalan Irak yang menampung lebih dari 300 anggota ADF yang merupakan bagian dari misi pelatihan gabungan dengan pasukan Selandia Baru.

Marles menegaskan kembali dukungan Canberra terhadap aksi militer AS dan Israel terhadap Iran, meskipun ia mengakui ketidakpastian tentang berapa lama permusuhan dapat berlanjut. 

“Sangat sulit untuk berspekulasi tentang berapa lama konflik akan berlangsung. Kami telah sangat jelas mendukung aksi tersebut, dengan tujuan utama untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir yang dapat dikerahkan, yang jelas akan menjadi bencana bagi dunia,” katanya.

Selain serangan terhadap Al Minhad, serangan balasan Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan di tempat lain di Dubai, termasuk di bandara internasional kota dan gedung ikonik Burj Al Arab.

Baca juga: Operasi Epic Fury: AS Gempur Iran Habiskan Rp13 Triliun Hanya dalam 24 Jam, Stok Rudal Terancam!

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Palm Jumeirah, pulau buatan yang dikembangkan di emirat tersebut.

Sekitar 115.000 warga Australia saat ini berada di wilayah Timur Tengah yang lebih luas. Dalam kondisi normal, sekitar 11.000 warga Australia transit melalui wilayah tersebut setiap hari. Dengan adanya gangguan pada perjalanan udara, pemerintah federal telah mengoordinasikan dukungan bagi warga negara di luar negeri.(The Independent)

Baca juga: SBY Sebut Konflik Iran vs AS-Israel Berpotensi Perang Dunia Ketiga: NATO hingga Rusia Bisa Terlibat

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved