Iran Vs Amerika Memanas
SBY Sebut Konflik Iran vs AS-Israel Berpotensi Perang Dunia Ketiga: NATO hingga Rusia Bisa Terlibat
SBY berbicara terkait potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga buntut konflik Iran, AS, dan Israel. Ada kemungkinan NATO hingga Rusia terlibat.
Ringkasan Berita:
- SBY menyebut adanya potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga buntut konflik antara Iran melawan AS dan Israel.
- Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi ketika negara anggota NATO membalas serangan Iran yang diduga menyasar pangkalan militer Inggris di Siprus.
- Pasalnya, hal semacam itu diatur dalam Pasal 5 NATO.
- Jika hal itu terjadi, maka SBY mengatakan negara-negara di luar kawasan Timur Tengah seperti Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara berpotensi turut ikut berperang.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memprediksi konflik yang terjadi antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel bakal meluas hingga menyeret negara-negara di kawasan Timur Tengah lainnya dan negara-negara di luar kawasan tersebut.
Dia menilai ketika konflik tersebut meluas, maka akan berdampak berbahaya secara global.
Mulanya SBY menyatakan bahwa serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu dikarenakan konflik yang sedemikian lama.
"Mungkin sekarang pun (konflik) sudah mulai meluas, melebar gitu. Semua tahu bahwa perseteruan yang tajam ini kan antara Israel dengan Iran, Amerika dengan Iran."
"Dan kalau sengit peperangan di antara tiga negara itu bisa dimengerti karena akar konfliknya dalam sekali," kata SBY dalam siniar atau podcast 'SBY Standpoint' yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Selasa (3/3/2026).
SBY merinci konflik ketiga negara itu bakal meluas karena Iran menyerang pangkalan militer AS yang berada di Timur Tengah.
Baca juga: Operasi Epic Fury: AS Gempur Iran Habiskan Rp13 Triliun Hanya dalam 24 Jam, Stok Rudal Terancam!
Hal inilah, sambungnya, yang membuat konflik semakin meluas dan menyeret negara-negara lain di kawasan.
Negara-negara seperti Arab Saudi, Bahrain, Yordania, hingga Oman turut terdampak atas konflik tiga negara tersebut meski bersikap netral.
Selain meluas, SBY juga menganggap konflik Iran, AS, dan Israel membuat kondisi dunia semakin kompleks.
Dia mengatakan prediksinya itu pun terbukti ketika Iran melakukan pembalasan atas serangan AS dengan menyerang pangkalan militer di beberapa negara seperti Bahrain.
"Jangan salahkan nanti Iran kalau melakukan pembalasan dan semua gelar pasukan Amerika di Timur Tengah itu menjadi sasaran. Ternyata itu terjadi betul sehingga ini yang tadinya boleh dikatakan tidak ikut-ikutan begitu dipaksa untuk melibatkan diri," jelasnya.
Potensi NATO, Rusia, dan Tiongkok Ikut Terlibat
SBY turut menyinggung adanya laporan posisi Inggris di Siprus yang menurutnya berpotensi menyeret aliansi pertahanan Barat melalui Pasal 5 NATO.
Di mana berdasarkan aturan tersebut, maka negara anggota membela anggota lain jika diserang.
"Jika ada anggota NATO diserang oleh negara tertentu, maka wajib hukumnya negara anggota NATO juga bareng-bareng bersama Inggris memerangi negara yang menyerang posisi Inggris itu. Ini kan menjadi lebih berbahaya lagi," tegasnya.
SBY turut mengingatkan ketika konflik semakin meluas dan melibatkan kekuatan negara di luar Timur Tengah seperti Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara, maka situasi dunia bakal semakin kritis.