Kamis, 16 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Hajar 9 Pangkalan Militer dalam 48 Jam, Iran Putus Suplai Data Komunikasi Pasukan Amerika di Teluk

Pola serangan balasan Iran diketahui menyasar sistem komunikasi pasukan AS yang berada di Timur Tengah.

HO/IST/Tangkap Layar CNN
SERANGAN BALASAN IRAN - Posisi pangkalan dan aset militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk yang menjadi sasaran serangan balasan Iran. Dalam waktu 48 jam setelah Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei terbunuh pada Sabtu (28/2/2026), Iran menghantam sembilan aset AS di berbagai lokasi, menargetkan sistem komunikasi pasukan AS. 

Dalam tinjauan video, laporan CNN itu menunjukkan drone Arash 2 meluncur ke posisi aset penting AS tanpa ada hambatan.

Meluncur lalu meledak, drone itu menghancurkan hampir sebagai besar bangunan.

"Empat helikopter AS yang parkir dalam bangunan, hampir terkena dampak ledakan," kata laporan.

Drone Shahed Hantam Markas Armada ke-5 AL AS di Bahrain

Di Bahrain, Iran menyerang menggunakan drone kamikaze berjenis Shahed, menyasar Pangkalan AS yang menampung Armada Ke-5 Angkatan Laut AS.

Armada ini merupakan satu di antara armada terbesar formasi AL AS di dunia.

"Lagi-lagi, dalam serangan ini pangkalan AS tampak tidak terlindungi (dibentengi)," kata laporan itu.

Drone shahed Iran di lokasi tersebut juga menyasar satu di antara terminal komunikasi satelit.

"Dari tinjauan satelit, serangan itu berdampak hebat di mana gudang perlengkapan dan gedung-gedung lainnya, terkena ledakan," kata laporan itu.

Belakangan diketahui, terminal komunikasi satelit lainnya di area tersebut juga hancur terkena serangan lain dar drone Shahed Iran.

Pola Serangan Iran, Incar Suplai Data dan Komunikasi Pasukan AS

Laporan itu juga menganalisis pola serangan balasan Iran yang diketahui menyasar sistem komunikasi pasukan AS yang berada di Timur Tengah.

"Setidaknya lima terminal komunikasi satelit AS hancur dalam serangan balasan Iran," kata laporan.

Dari pola serangan balasan ini, tampaknya Iran ingin mengisolit data dan komunikasi pasukan AS yang ditempatkan di kawasan Teluk agar terputus dari dunia luar, utamanya markas komando mereka, Komando Pusat AS (Centcom).

Langkah Iran ini menunjukkan kalau Teheran bersiap meluncurkan serangan-serangan lain ke aset AS di Timur Tengah dengan lebih dulu 'membutakan mata' pengawasan AS dan sekutunya.

Rudal Buruj Hantam Jantung Pertahanan AS di Teluk

Selain drone-drone kamikaze macam Arash 2 dan Shahed, Iran juga dilaporkan mengerahkan Rudal Buruj dalam serangan balasan mereka.

"Rudal-rudal ini sebagian besar memang berhasil di-intercept oleh rudal patriot dan sistem pertahanan udara AS bernilai jutaan dolar," kata laporan.

Namun, satu di antara rudal Iran berhasil menyasar jantung pertahanan AS di Timur Tengah, Dubai.

Pusat minyak dunia dan pangkalan AS yang ada di UEA -citra terbesar keamanan AS- menjadi sasaran serangan rudal yang berhasil menembus sistem pertahanan udara," tulis laporan itu.

 

 

 

(oln/cnnint/*)

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved