Iran Vs Amerika Memanas
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Pakar: Pertempuran Berlanjut, AS Harus Khawatir
Pakar HI Yulius Purwadi Hermawan buka suara perihal terpilihnya Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran.
Ringkasan Berita:
- Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga Iran oleh Majelis Pakar Iran.
- Pakar HI Yulius Purwadi Hermawan menyatakan bahwa masyarakat Iran menyambut dengan sukacita pemimpin baru mereka.
- Kemudian, kabar ini menjadi dukacita bagi Amerika Serikat (AS)-Israel.
TRIBUNNEWS.COM - Pakar Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Yulius Purwadi Hermawan, buka suara perihal terpilihnya Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga Iran oleh Majelis Pakar Iran.
Yulius menyatakan bahwa masyarakat Iran menyambut dengan sukacita pemimpin baru mereka, yaitu pengganti Ayatollah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
"Saya melihat berita ini itu dengan sukacita, seperti yang terjadi di Iran bahwa masyarakat itu sangat bersukacita. Pada akhirnya setelah 7 hari pemimpin baru terpilih," ucapnya dalam tayangan di YouTube Kompas TV, Senin (9/3/2026).
Kemudian, kabar ini menjadi dukacita bagi Amerika Serikat (AS)-Israel. Dengan begitu, pertempuran akan berlanjut di bawah kepemimpinan Mojtaba.
"Tentu saja ini dukacita untuk Amerika Serikat dan tentu saja Israel yang mereka tidak mengharapkan bahwa sosok Mojtaba Khamenei adalah yang dipilih."
"Nah, cukup unik karena itu artinya bahwa pertempuran akan dilanjutkan dan ini sesuatu yang Amerika Serikat saya kira harus khawatir," ungkapnya.
Trump Tak Kehendaki Dialog
Yulius menyatakan bahwa perang antara AS-Israel dengan Iran akan terus berlanjut.
Pasalnya, Presiden AS Donald Trump tak menghendaki adanya dialog walaupun Iran pernah menawarkan dialog.
"Dan nyatanya sampai hari kemarin, terutama hari Sabtu (7/3/2026) kemarin, kita sudah paham betul gitu maunya Trump no deal tanpa Iran menyerah."
"Iran harus menyerah dulu gitu. Lalu kemudian dari Presiden Iran juga sudah menimpali enggak mungkin Iran akan menyerah begitu saja," tuturnya.
Menurutnya, gaya kepemimpinan Mojtaba akan meniru ayahnya, yaitu Ayatollah Ali Khamenei.
Baca juga: Kapal Perang Iran Dihantam Torpedo, AS dan Iran Saling Bantah soal Status Senjata
"Saya kira akan meneruskan Ayatollah Ali Khamenei ini gaya kepemimpinannya, keputusannya, posisi politiknya termasuk sikapnya terhadap barat," ujarnya.
Warga Iran Sambut Pemimpin Baru
Di dalam negeri Iran, pengumuman penunjukan Mojtaba Khamenei memicu berbagai reaksi masyarakat. Sejumlah warga terlihat berkumpul dan bersorak ketika kabar tersebut diumumkan.
Pengangkatan ini menandai babak baru dalam politik Iran setelah terbunuhnya Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, yang menjadi titik awal eskalasi konflik besar antara Iran dan kedua negara tersebut.
Mojtaba Khamenei dipilih oleh Assembly of Experts, lembaga ulama yang memiliki kewenangan menentukan pemimpin tertinggi Iran.
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, majelis tersebut mengatakan bahwa Mojtaba dipilih melalui “pemungutan suara yang menentukan”.
Mereka juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk menjaga persatuan nasional di tengah situasi politik dan keamanan yang sensitif.
Baca juga: AS-Israel Serang Kilang Minyak Iran, Langit Teheran Hitam Pekat, Hujan Berminyak, Asam, dan Beracun
Majelis tersebut, secara khusus meminta dukungan dari kalangan elit, ulama, serta akademisi dari seminari dan universitas agar membantu menjaga stabilitas negara.
Setelah pengumuman tersebut, berbagai lembaga negara Iran langsung menyatakan dukungan kepada pemimpin baru.
Pimpinan angkatan bersenjata Iran dilaporkan telah menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei.
Dukungan juga datang dari Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi Iran yang menyatakan siap mengikuti kepemimpinannya.
Ketua parlemen Iran bahkan menyebut mengikuti kepemimpinan Mojtaba sebagai “kewajiban agama dan nasional”, menandakan konsolidasi cepat di dalam struktur kekuasaan negara.
Kepala keamanan nasional Iran juga menyatakan pemimpin baru tersebut memiliki kemampuan untuk memandu negara melewati masa yang penuh tekanan, terutama di tengah konflik militer dan tekanan internasional.
(Tribunnews.com/Deni/Gita)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.