Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS-Israel Serang Kilang Minyak Iran, Langit Teheran Hitam Pekat, Hujan Berminyak, Asam, dan Beracun

AS-Israel menyerang kilang minyak dan depot bahan bakar di Teheran, Iran pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga menyebabkan kebakaran besar.

Ringkasan Berita:
  • AS-Israel menyerang sejumlah kilang minyak dan depot bahan bakar di Teheran pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga menyebabkan kebakaran besar selama lebih dari 12 jam.
  • Akibatnya, Teheran diselimuti awan asap beracun yang melepaskan hujan hitam pekat hingga puluhan mil jauhnya pada Minggu (8/3/2026).
  • Menurut Iranian Red Crescent Society, hujan telah terkontaminasi sehingga dapat menyebabkan luka bakar kimia pada kulit dan kerusakan pada paru-paru.

TRIBUNNEWS.COM - Serangan Amerika Serikat (AS)-Israel melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan sejumlah kilang minyak dan depot bahan bakar di wilayah ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu (7/3/2026) malam, atau satu pekan setelah dimulainya Operation Epic Fury saat AS-Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Keesokan harinya atau Minggu (8/3/2026), Teheran diselimuti awan asap beracun yang melepaskan hujan hitam pekat hingga puluhan mil jauhnya setelah serangan di depot bahan bakar dan kilang minyak itu menyebabkan kebakaran besar selama lebih dari 12 jam.

Hujan pun turun dengan air yang berwarna hitam mirip jelaga, dan mengandung minyak.

Di media sosial, beredar foto-foto atau video di mana asap tebal warna hitam akibat kebakaran menggelayuti langit Teheran, ibu kota Iran yang menjadi rumah bagi hampir 10 juta penduduk.

Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran (Iranian Red Crescent Society) juga mengeluarkan peringatan kepada warga sipil, bahwa hujan bisa beracun dan bersifat asam akibat ledakan tangki bahan bakar setelah serangan AS-Israel.

Menurut Iranian Red Crescent Society, hujan telah terkontaminasi, sehingga dapat menyebabkan luka bakar kimia pada kulit dan kerusakan pada paru-paru, dikutip dari Time.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform Telegram pada hari Minggu, Iranian Red Crescent Society mendesak warga untuk tidak keluar rumah saat hujan setelah ledakan dan segera mencari perlindungan di bawah atap beton atau logam jika berada di luar ruangan.

Mereka juga menyarankan siapa pun yang terkena hujan untuk cepat-cepat membilas kulit mereka dengan air dingin yang mengalir dan segera mengganti pakaian yang basah.

Sementara, sejumlah warga telah melaporkan kesulitan bernapas dan air hujan yang tercemar minyak menodai segala sesuatu di sekitar mereka.

“Hujannya hitam, aku tak percaya, aku melihat hujan hitam,” kata Kianoosh, 44, seorang warga Teheran dan insinyur, kepada TIME.

“Bahkan di Tajrish, yang jaraknya bermil-mil jauhnya dari tangki minyak.”

Baca juga: Dampak Fiskal akibat Konflik AS-Israel vs Iran, Ekonom Minta Pemerintah Kembali Pertimbangkan MBG

Sementara itu, Parviz, 49, seorang profesor universitas di sebuah kota sekitar 70 mil di utara Teheran, mengatakan dia tidak mengenali mobilnya ketika dia keluar rumah.

“Mobil putihku hampir jadi hitam,” kata Parviz, menceritakan kesulitannya menemukan mobilnya. “Padahal, aku baru mencucinya kemarin.”

Seorang guru berusia 27 tahun di Teheran, Leila mengatakan, udara “tidak dapat dihirup.”

SERANG TEHERAN - Kepulan asap hitam setelah serangan udara Israel di Kota Teheran, Iran. Pada Selasa (22/6/2025), Israel kembali menyerang Teheran seusai menuding Iran melanggar gencatan senjata.
SERANG TEHERAN - Kepulan asap hitam setelah serangan udara Israel di Kota Teheran, Iran. Pada Selasa (22/6/2025), Israel kembali menyerang Teheran seusai menuding Iran melanggar gencatan senjata. AS-Israel menyerang kilang minyak dan depot bahan bakar di Teheran, Iran pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga menyebabkan kebakaran besar. (khaberni/tangkap layar)

“Sesuatu seperti monster hitam telah menelan langit di atas Teheran,” kata Leila kepada TIME.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved